Senin, 11 Februari 2013

MENJADI PELAYAN ALLAH YANG SETIA



Oleh : Sepsianto
dari sebuah kebaktian pertengahan minggu ke I bulan ke I I/2013

Dasar :  Yoh 2 :26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut
Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada.


Bagaimana dengan kita umat Allah  ? setelah membaca Ayat  t adi ..?
Sudahkah kita melayani Allah....? Melayani  berarti megikut (pengikutan ) bagai mana bisa melayani jika tdk mengikut. Anak anak Allah harus mempunyai sikap yang tegas untuk pengikutan kita kepada Kristus.
Mari kita lihat di dalam Yoh 12 :  26 pengikutan digambarkan sebagai keberadaan pada Tuhan Yesus. Barangsiapa masuk ke dalam pelayanan Tuhan Yesus, ia berada  jauh dari semua egoisme dan mengabdikan seluruh hidupnya untuk Injil, dan kita di libatkan dalam pekerjaan Allah, betapa indahnya kita bisa di libatkan oleh Allah dalam pekerjaannya. Suatu keberadaan  yang demikian mendapatkan upah ilahi.

Melayani Tuhan tidak hanya tanggung jawab para jawatan saja,   melakukan pelayanan bukan dan tidak harus masuk kedalam struktur  organisasi  pelayanan itu sendiri, ada banyak bentuk pelayanan yg dapat di lakukan : menjadi anggota paduan suara, menjadi organis/pemain angklung, guru sekolah minggu, mempersiapkan sarana dan  prasarana ibadah, kerjabakti dll bahkan di masa masa ini dengan kemajuan teknologi informasi  orang juga bisa memberikan pelayanan melalui tulisan tulisan, bersaksi , bercerita perihal pengajaran Kristus  itu semua juga bentuk dari pelayanan terhadap Allah . . Karena itu, tidak ada alasan bagi orang percaya untuk mengatakan: “Saya bukan pelayan Tuhan”.

Menjadi seorang pelayan Allah bukanlah berdasarkan kemauan diri, bukan berdasarkan daya tarik  manusiawi  atau  hitungan materi,  pelayanan; bukan pula berdasarkan panggilan manusia,Manusia tdk bisa berkamuflase untuk menjadi pelayan  pelayan Allah, melainkan berdasarkan rencana Allah dan panggilanNya.

Allah juga memberikan kepada manusia kebebasan untuk mengambil keputusan kepada siapa ia akan melayani karena tdk mungkin seorang hamba melayani (mengabdi ) kepada dua tuan, karena pasti akan menyayangi yg satu dan membenci yg lain.
Untuk itu kita kembali kepada Titik tolak melayani yaitu Pengikutan kepada Yesus dengan tegas dan jelas.

Dari semua isi Injil, Para nabi dan para rasul semua mempunyai kejelasan panggilan Tuhan. Hanya mereka yang memiliki panggilan Tuhan dengan jelas tidak mudah putus asa dan tidak mau berkompromi kepada kesulitan atau takluk kepada musuh Injil.

apa yang kita rasakan pada saat ini atau akhir-akhir ini berhubungan dengan kerajinan, ketekunan, kesungguhan atau semangat kita dalam  melayani Tuhan, apakah tetap, makin baik  atau kah  makin buruk?

Coba kita baca Rom 12 : 11
Janganlah hendaknya kerajinan mu menjadi kendor biarlah roh mu menyala nyala dan layanilah Tuhan.

Sering kali kerajinan, ketekunan, kesungguhan dan semangat kita dalam melayani Tuhan dipengaruhi oleh keadaan tertentu. Ketika mendekati hari Natal, Paskah atau hari-hari besar kristiani, maka pemuda-pemudi begitu semangat dan aktif datang ke gereja, ikut latihan, ambil bagian dalam dekorasi Natal, Paskah dan sebagainya. Atau ketika mau menghadapi ujian di sekolah, pekerjaan atau usaha bangkrut, maka Kita datang mendekatkan diri kepada Tuhan.
Lalu apakah halitu salah ? Tentu saja tidak. Tetapi, yang perlu kita pikirkan adalah apakah semangat dan keaktifan yang pernah kita miliki pada moment-moment itu masih sama sampai saat ini…?
Ada beberapa faktor yng mempengaruhi kerajinanitu menjadi kendor.
1. Hobi
Hobi bisa saja mengalahkan semangat kita untuk melayani Tuhan. Misalnya, seseorang yang memiliki hobi bermain bola  dan pertandingan itu di laksanakan hari minggu misalnya yang menjadi prioritas bukanlah gereja tetapi  bermain bola. Dan banyak kasus yg lainnya

2. Jarak gereja dan Rumah  dan Cuaca

Jarak gereja dari rumah yang jauh seringkali dipakai oleh seseorang sebagai alasan mengapa ia tidak datang beribadah kepada Tuhan di gereja, di persekutuan-persekutuan atau kegiatan-kegiatan kerohanian. Ditambah lagi dengan  Cuaca yang  seringkali jadi alasan  yaitu Hujan , terkadang hal ini jadi membuat kita minta di mengerti oleh Allah, dg alasan Allah juga tahu kok kalau aku kegereja karena hujan. Dalam hal ini yg perlu kita ingat ialah , bahwa Allah tdk berkompromi dengan manusia, mengapa Allah yg harus mengerti kita..? 

3. Kesibukan bekerja dan belajar

Bekerja dan belajar adalah kegiatan yang memang menyita banyak waktu. Namun, banyak orang yang tidak mau meluangkan waktunya untuk melayani atau beribadah kepada Tuhan hanya karena sibuk bekerja dari hari Senin sampai hari Senin.

Ada banyak hal yang membuat kita terlena di dunia ini sehingga mengalahkan semangat kita untuk melayani Tuhan. Ingatlah…!! Apapun keadaannya, tetaplah melayani Tuhan. Keadaan tidak boleh mengalahkan kita, sebaliknya kitalah yang menguasai dan mengalahkan keadaan itu. Jadi pada saatnya Tuhan nanti datang kita bisa di ambil patut di hadapnnya.




Ref gambar berita satu.com
 

 
 

Senin, 04 Februari 2013

PENTINGNYA DOA DALAM KEHIDUPAN KEIMANAN KRISTIANI



Sepsianto
Dari sebuah Kebaktian minggu I bulan ke II Th 2013

Doa :
 
Merupakann nafas dari orang orang yang beriman, doa merupakan peranan yng sangat fital dalam kehidupan kepercayaan, keimanan orang kristen. jadi jika ada oarang yang mengaku dirinya ber iman tapi tdk pernah berdoa, itu adalah suatu kebohongan, bukan hanya kepada Allah sebagai sang penciptanya tetapi juga kepada sesama. Jadi jika kita hidup dalam Iman tentu kita harus sering berdoa,  kehidupan keimanan kita tdk bisa terlepas dengan doa doa itu sendiri, lalu bagai manakah isi doa yang benar:

ada 4 poin penting dalam doa

1.Penyembahan,(Persembahan)
2. Sukur                                                      
3.Pertobatan, Pengakuan dosa                  
4.Perantara (syafat) 

ini semua haruslah  Lahir dari iman,pengandalan diri dan bersungguh sungguh, bukan sekedar Rutinitas atau hafalan saja

1.   PERSEMBAHAN/PENYEMBAHAN/PUJI-PUJIAN

Pertama tama dalam sebuah doa hendaklah memuji nama Allah, mengakui kebesaran Allah sebagai sang pencipta dan penguasa segala galanya. Untuk itukita patut menyembah, bersujud di hadapannya dengan sikap yg mengakui ke Esaan Allah. 

Contoh : Allah bapa yang maha kasih yg bertahta dlm kerajaan surga hambamu menghadap menyembah kepadamu.....dst

2.   SUKUR

Manusia mahluk yang terkadang di sebut mahluk yang kurang berzukur, apa yang manusia minta di berikannya sama tuhan akan tetapi ketika itu di berikan manusia itu akan meminta lebih bahkan mengadili keputusan Allah. Contoh kasus : Ketika Musim kemarau semua tanaman menjadi kering manusia itu memohon hujan, akan tetapi  ketika Allah memberinya banyak tidak lagi sedikit , hujan terus menerus manusia itu mengeluuh takut Longsor, takut banjir dll.  Bahkan ketika doa itu terjawab oleh Tuhan manusia tdk pernah menyadarinya. Ketika sakit meminta agar di sembuhkan tetapi ketika Allah menjawab doa manusia, dia kemudian memuji muji dokternya yg hebat. dll Uuntuk itu di poin yang kedua ini kita patut menghaturkan zukur dan terimakasih atas apa yang telah tuhan berikan kepada kita, Baik itu rezeki, pakaian, Nikmat Dunia dan segala karunia baik itu karunia duniawi terlebih lagi karunia rohani. Dengan menyadari betul bahwa tidk semua doa yang kita panjatkan kepada Allah bapa kita tidak semua di kabulkan.

 Contoh :  Bapa Pada Kesmpatanini pula hambamu mengucapkan zukur  Atas apa yang telah engkau karuniakan pada Kami (Sandang, pangan, papan,Kenikmatan dunia) dst...

3.  Pertobatan.

Pada Poin ketiga ini manusia diposisikan atau harus menyadari / sadar betul bahwa kita jauh dari kesempyurnaan dan tempatnya salah , hilaf dan dosa untuk itu mohon apapun dan menyatakan diri sebagai mahluk yng berdosa membuat hati Allah tergugah dan mengasihikita, jarang dalam poin ini kita jarang sekali untuk melakukannya, bahkan jarang sekali kita melihat ada orang yg berdoa di hadapan Allah dengan menangis menyesali ( flashback) melihat lagi kebelakang tentang  dosa dosa yang pernah di lakukannya.merendahdahkan diri di hadapan Allah  kita harus tahu betul siapa manusia itu di hadapan Allah. Seperti halnya Abraham, dia adalah orang besar, Bapa dari segala bangsa tetapi dia menyadari betul siapa dirinya di hadapan Allah. Dia menyatakan dirinya tdk pantas sebetulnya di hadapan Alalh karena dia hanya lah Debu dan Abu. Kej 18 : 27

Contoh : Bapa...Biarlah yang hina ini Hambamu yg penuh dosa dan kekotoran ini kiranya Engkau perkenankan untuk
                menghadapmu ....dst...

4. Perantara (syafat)

Yang tidak kalah pentingnya adalah kita mendoakan  keluarga, sanak , saudara, familly kerabat dll tetapi juga tdk terbatas pada lingkungan keluarga saja tetapi , lingkungan di mana kita tinggal, bangsa negara, pejabat pemerintah dari yg paling atas hingga yg paling bawah, bahkan musuh2 kita kita doakan untuk segala sesuatu yang baik. Tidak membatasi hanya di lingkungan keluarga saja. Seperti contoh di atas ttg abraham yng berdoa Untuk Sodom dan Gomora, abaraham tdk berdoa untuk dirinya sendiri tetapi untuk seluruh umat di sodom dan gomora. Untuk keselamatan sodom dan gomora abraham berani ngotot berdoa di hadapan Allah.


Dari contoh Elia dan abraham ini Marilah kita upayakan untuk menjadi pendoa pendoa yang yang  berdoa dg Iman, yg mengunakan pengandalan diri dan dengan kerendahan hati dan sungguh2 bukan sekedar rutinnitas. Sehingga pada harinya tuhan datang kita dapat di ambil patut.