Senin, 26 Juli 2010

SELAMAT BEKERJA



Sepsianto mewakili sidang Banjarpanepen
Mengucapkan :

SELAMAT KEPADA SIDANG SIDANG DI DKI JAKARTA YG TELAH MENDAPATKAN 2 EVANGLIST DISTRIK LAGI SEHINGGA MEMPUNYAI 3 ED.
DAN SELAMAT PULA KEPADA "HERDER SUSIANTO SEBAGAI EVANGLIS DISTRIK DKI DAN HERDER YOSEOH SEBAGAI EVANGLIST DISTRIK Sebagian DKI, Singapura dan China"

Kamis, 20 Mei 2010

MENCARI ALLAH


MENCARI ALLAH
Oleh : Sepsianto


Sejak kita mulai menghirup udara atau sejak kita tiba di dunia ini, kita belum tahu bahkan tidak tahu untuk apa kita di lahirkan. Pertanyaan yang semacam ini belum pernah ada dan belum pernah terdengar. Kalaupun pertanyaan itu ada, itu ada dalam diri kita masing masing, dan itu pun lebih kepada kehidupan secara Jasmaniah sebetulnya untuk apakah kita datang dan di lahirkan ke Dunia ini .mungkin agak lucu bahkan konyol terdengarnya, tapi realitanya belum pernah ada yang ,membahas masalah ini. Jika kita telaah lebih jauh bisa kita pahami secara Relgi bahwa kita lahir di dunia ini untuk :

1. Pencarian Pertobatan
2. Penggenapan Firman Tuhan
3. Pemberitaan Kabar Kesukaan

1. Pencarian Pertobatan

Semenjak manusia itu di ciptakan adalah kesempurnaan , Kedamaian, Kebahagiaan yang Allah berikan kepada Manusia sebagai ciptaanNya. Hal ini bisa kita lihat dalam sejarah di Ciptakannya ADAM dan Kemudian HAWA. Hidup dalam keadaan Kedamaian itu dalam Taman Firdaus/Eden. Akan tetapi karena kelalian dan kelemahan dari Daging maka tergodalah mereka untuk Menyamai Allah dengan melanggar LaranganNya.

Nah semenjak itulah manusia Di Usir dari ” Kemerdekaan” yg di ciptakaan Allah. Dan di Buang Ke Bumi dengan maksud Untuk ” Mencari Pertobatan” untuk menebus kesalahan yg di lakukan Manusia kepada PenciptaNya.semenjak itulah ketidak amanan,ketidak nyamanan merupakan pendamping mereka, Maka selama perjalanannya mencari pertobatannya itu simanusia ini perlu makan dan perlu minum, dan Allah tidak lagi menyediakan seperti yang di lakukanNya di Taman Eden melainkan si manusia harus berjerih payah dengan Keringatnya Untuk Mendapatkan Makanannya.

Dan sampai kapankah Manusia ini Mencari Pertobatannya, petualangan itu di awali dari ADAM dan hawa, Abraham , Musa, Daud dst sampai menemukan Sang Penyelamat yang akan Membebaskan Mereka ( Manusia ) dari Segala dosa- dosanya.karena petunjuk ilahi berkenaan dengan DIA yang akan menghancurkan kepala si ular merupakan masa depan yang penuh pengharapan akan kelepasan dari kebinasaan, dosa dan kematian. Siapakah Sang Penyelamat itu..? dialah ”Yesus, sang Mesias, sang Imam madhi, dialah Isa Putra Mariam” maka berbahagialah Kita karena kita Telah menemukan Sang Juru selamat itu di lahirkan di masa- masa Penantian Hari Akhir dan berbahagialah kita karena kita mengenal Sang Mesias itu sebelum kita Manutup Mata untuk selamanya.


2. Penggenapan Firman Tuhan

Di dalam Petualangannya Adam dan Hawa pun Ber Anak dan Bercucu, lalu anaknya pun Beranakdan bercucu, dan cucunyapun Beranak dan Bercucu dst tapi Pencarian itu pun belum selesai. Maka sampailah pencarian itu ke Ibrahim/Abraham. Maka kepada Abraham berfirmanlah Allah ” Maka Keturunan Abraham Akan banyak Seperti halnya Binatang di langit dan pasir di Lautan” karena dengan firman itulah kita ada dan karena firman itulah kita di lahitrkan karena kita inilah generasi generasi dari Pendahulu kita ini, tapi pencariak kita tidak lagi kepada pencarian sebuah pertobatan, karena di generasi kita sekarang sudah dalam Jaminan Keselamatan yang pasti. Dan sekarang kita tinggal menunggu dan mengusahakan agar kita betul betul kebagian Keselamatan itu.karena hanya pada Yesus sang mesias lah Keselamatan itu di jaminkan. Maka kita harus bisa terus selaras untuk pengikutan kita.

3. Pemberitaan Kabar Kesukaan

Kita sebagai generasi dari pada pendahulu/ leluhur kita maka sebagaimana halnya Sejarah, harus di sosilalisasikan kepada generasi berikutnya setelah kita. Hal ini pula yang seharusnya terjadi dalam Kepercayaan kita di dalam kita mencari dan menanti penggenapan Janji Allah. Karena untuk pekerjaan kerampungan Allah tidak hanya mengutus para Hambanya yg bekerja dalam sidang sidang jemaat saja, tetapi semua Anak Allah termasuk kita. Satu tugas untu kita adalah memberitakan Rencana Keselamatan Allah kepada sesama manusia. Lalu dengan bagai manakah kita melakukan itu semua :

a. Kesediaan untuk berkorban
b. Cara hidup yang menjadi teladan
c. Citra Kristus dalam diri kita
d. Kesaksian akan kepercayaan

a. Kesediaan untuk berkurban

Pengorbanan untuk Allah adalah bukan sesuatu yang sia sia melainkan sebaliknya kita akan mendapatkan seseuatu yang lebih besar dari pada apa yang kita korbankan kepada Allah. Baik itu Waktu, Materi ataupun segala sesuatu yang kita korbankan kepada Allah. Bahkan jika kita nilai dari sisi manusia Sangatlah berat pengorbanan kita kepada Allah. Sebagai contoh cerita seorang kaya yang sudah melakukan segala hukum Allah dan melakukan kehendak Allah lalu ia bertanya Apakah yg kurang ya Allah.” Juallah segala Harta Milikmu dan bagikanlah kepada orang miskin. Maka si orang kaya itupun sangat keberatan dan apa yang terjadi. Segala sesuatu yang ia lakukan kepada Allah menjadi percuma, karena lebih berat untuk melepaskan harta bendanya. Pada hal tdk cuman itu untuk dapat mengikut dan menadpatkan Kerajaan surga. Ada Firman Allah ” Jika engkau tdk dapat meninggalkan ayah mu, ibumu dan saudaramu sekalikali engkau tdk akan bisa menjadi Murid ku.” Firman ini menunjukan bahwa kita harus bisa melepaskan segala sesuatu yang dari dunia ini untuk pengikutan kita. Bahkan Bapak/ibu atau saudara saudari kita pun jika itu menjadi batu sandungan di dalam pengikutan kita kita tdk bisa mengikut dan menjadi pewaris kerajaan Allah itu. Jadi di harapkan kita harus bisa berkorban untuk mendapat Keselamatan itu.

b. Cara hidup yang menjadi teladan

Kita sebagai manusia yang di ciptakan dengan Akal budi yang juga merupakan mahluk sosial. Harus bisa bersosialisasi di tempat di mana kita tinggal.kita harus bisa menjadi contoh yang baik untuk Anak anak kita, saudara/i kita dan lingkungan kita. interaksi kita dengan lingkungan kita harus hidup berdampingan sopan, Santun dan tuturkata yang baik sehingga kita bisa menjadi teladan sebab kita hidup bukan hanya karena. Kemanusiaan kita tapi kita juga hidup karena Roh kudus yg membimbing kita baik hidup di dalam lingkungan secara umum. Sehingga keteladanan akan mencerminkan kehidupan yang Damai.dan dapat menajdi suritoladan bagi orang banyak.

c. Citra Kristus

Yesus sebagai Guru dan Tuahan Kita telah memberikan inspirasi untuk bisa di jadikan contoh yang kongkrit.di dalamkehidupan seorang manusia yg di pimpin oleh Rohkudus.demikian pula di harapkan kepada kita sebagai anak anak Allah bisa mencerminkan bahwa kita adalah pengikut Yesus. Dengan tingkah laku kita, perbuatankita, dan banyak hal lainnya. Kita harus bisa memberikan contoh dan mencerminkan kehidupan seperti yang Yesus lakukan pada zamannya. Kita harus bisa menjadi Surat Kristus yang dapat di baca oleh setiap orang yang melihatnya.

d. Kesaksian Akan Kepercayan

Banyak orang kristen kemudian menjadi Malu, menutup nutupi kalau dia adalah seorang Kristen ( Pengikut Kristus) hal ini bisa kita lihat konsekwensi sedikit sekali yang mengerti KONSEKWENSI dari sebuah pengikutan kepada Yesus.bandingkan dengan (1 Petrus 4 : 12 – 17) janganlah heran jika nyala api siksaan yang datang kepada mu sebagai ujian,seolah olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.sebaliknya bersukacitalah sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersuka cita pada waktu IA menyatakan kemuliannya. Berbahagialah jika kamu di Nista, karena Kristus sebab roh kemuliaan yaitu roh Allah ada pada mu. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat atau pengacau , tapi jika ia menderita oleh karena menjadi seorang Kristen maka janganlah ia malu,melainkan hendaklah ia memulaikan Allah dalam nama Kristus.di sinilah Kesaksian kita di uji dengan banyak hal.untuk itu kita di harapkan dapat bersaksi prihal kepercayaan kita dan pengajaran para rasulnya, seperti yang di katakan di Korintus ”Sebab dukacita mu itu menurut kehendak Allah sehingga kamu tidak sedikitpun di rugikan oleh karena kami. Sebab duka cita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yg membawa keselamatan danyg tidak akan di sesalkan.



Pic By Search Google

Selasa, 23 Maret 2010

Sekelumit Tentang GKB Banjarpanepen



Dari kiri ke kanan :Rs.Anting , Rs. Lim ,Rs.Sadrah Suropranoto,Rs.Yotam Martosudarmo,Rs.Kepas Citrowiryo, Rs.Markam Martosudarmo,Rs.Tan Biangsing (hendra tansah Sami), Kasam reja Pawira,Rs.Yusak Wargomartoyo,Rs.Tansah Tikno,Rs.Yusak Sapto Hadi Paryitno.(tdk ada foto) Rs.Rs.Kardiman HDW ( Tidakada Foto ) Rs.Edy Isnugroho, Rs.Samuel hadi Widagdo, Rs. Samuel Handoyo, Rs.Rumantyo, Rs. Aris Kusnandar 



       




Sekelumit Tentang
Gereja Kerasulan Baru Banjar Panepen

Di Awali dari sebuah Pngabaran Injil oleh orang orang Belanda di Hindia Belanda (Indonesia) maka pemerintahan Hindia belanda pada waktu itu menempatkan para Misionaris yng tergabung dalam Kelompok Kelompok kepercayaan dan di buatlah suatu Asosiasi yg di bentuk belanda untuk menampung dan mengkoordinir Kelompok kelompok tersebut dan di beri Nama NZV.(

Zendings Vereeniging )
Karena untuk pngabaran injil lebih luas maka orang orang belanda mempercayakan dalam setiap kelompok ini mempunyai pimpinan. Karena beda pandangan maka pemimpin pemimin lokal tidak lagi sependapat dengan pemerintah belanda yg nota bene selalu mengintervensi segala sesuatunya. Di tahun 1879 ketika sedang cuti di negeri belanda Mr. F.L. Anting beralih ke gereja Rasuli ( Heresteld Apostolische Zendingskerk) dari rumpun Irvingian, sekembalinya di Batavia ajaran Gereja itu di sebarkannya di jemat jemaat yang telah didirikan sebelumnya.dan Ia mengangkat seorang Penghantar Jemaatbernama Leonard manjadi ”Rasul” ( Apostel) untuk wilayah Jawa.Sepeninggal F.L .Anting NZV Menerima Tangung jawab Atas Jemat jemaatnNyadan Leonrd menanggalkan jabatan Rasul, dan di Batavia tetap berdiri jemaat ”Kerasulan” (Apostolis) yang sebagian besar adalah peranakan ( Keturunan Belanda) dan     Kerasulan Warisan Mr. Anting di Batavia mengangkat Sadrah Suro Pranoto Menjadi ” Rasul” Di tahun 1899 Untuk Penduduk Asli Hindia Belanda (Pribumi)  dan di masa masa kejenuhan terhadap penjajahan belanda di tanah jawa pada khususnya, banyak masyarakat yang penasaran dan mencari keadilan dan kebenaran. Di dalam pencariannya masyarakat mendengar bahwa ada seorang kyai yang terkenal dengan kearifan dan kebijaksanaan serta mempunyai ilmu yg terkenal beliau adalah Kyiai Imam Sadrah Suryo Pranoto. Yang di angkat oleh F.L. Anting

Bahkan para kiyai di daerah jawa sering mencari dan sowan kepadanya mereka diantaranaya Kyai Petrus Setrodiryo lahir tahun Dusun Ngabean Pandak Bantul, Kyai Jodarmo Wongsosudarmo - Krakitan, Kyai Brojo /Teruman, Kyai Setrodimejo Karanggayam Bantul, Kyai Iskak Kartodikromo Panjangan Pajangan Bantul, Kyai Singowijoyo Mangiran Srandakan Bantul, Kyai Yosapat Sonowijoyo Cangkring, Kyai Kromoinangun Plemantung Bambanglipuro Bantul lan Kyai Kertodrono Kalinampu Pundong Bantul ,    
Seirang dengan masa kepemimpinan R.Sadrah sampai dengan tahun 1900 an banyak saudara sudari menerima Kematrean suci dari beliau ,Petrus ( Pa Mika) Dari Banten Pengikut Mr. Anting menjadi Penatua di Pangharepan. Pada tahun 1903 ia keluar dari jemaat dan mendirikan jemaat kerasulan.
 dan kelompok Kerasulan menjalin hubungan lagi dengan kelompo Sadrah Kemudian mengangkat Seorang Pensiunan tentara bernama J.S. Steyvers menjadi Tua tua untuk sidang rawaselang, dan di di sinilah di berinama ” Gereja Kerasulan Baru”(GKB) dan sebagian besar sebagian orang kristen dari jemaat NZV beralih ke gereja itu ( GKB) tetapi karena semakin sepuhnya Rasul sadrah maka di tahun 1925 beliau wafat, dan di gantikan oleh Rasul Yotam Marto rejo, tetapi di tahun 1932 GKB Retak dan berdirilah ” Persekutuan Injil elieser  karena satu dan lain hal Rasul Yotam Martorejo di beri pengasoan di tahun 1933 dan di gantikan oleh Rasul Kepas Citro Wiryo dan beliaupun mengaso di tahun 1940. Sementara di masa transisi ni ( Belum ada Pengganti )sementara waktu di pimpin oleh Opsiner ( Uskup) Markam Martosudarmo , akan tetapi  di tahun 1951 oste distrik  Tan biang sing (Hendra Tansah sami ) dalam pertemuan di frankurt jerman di angkat menjadi rasul distrik untuk Indonesia, nah di sinilah mulai terjadi gesekan2  dan perpecahan pun terulang di tahun1953 dan terbentuklah ” Gereja Kerasulan Pusaka”
menurut markam mestinya beliaulah yg meimpin tetapi ternyata, di tahbiskan Oste distrik tan biangsing maka ada dua alasan bagi siding siding gereja kerasulan baru Selain Markam marto sudarmo yg memegang kepemimpinan (pjs.Pejabat sementara) yg mestinya di kukuhkan dan alasan kedua adalah Tan biangsing ( hendra tansah sami yg nota bene keturunan etnis china, sehingga  pecahlah dalam kelompok kelompok.  
Upaya rekonsiliasi terus dilakukan maka Rasul Tansah sami melakukan rekonsiliasi agar siding siding kembali bergabung kedalam Gereja kerasulan baru, dan sebagian sidang-sidang jemaat yang tidak mau bergabung dengan Indische Kerk menjadi Gereja Kristen Jawa. Markam Martosudarmo diikuti oleh Imanredja, Tedjomartono,Wargomartoyo, mendirikan “perkumpulan” Masehi Kerasulan Indonesia Hulu Bangsa
Sebulon (MKIHBS). dan Prister Wangsantana yg merupakan Prister pertama untuk MKIHBS Untuk daerah Karsidenan banyumas di nobatkanmenjadi Oste  sebelum Iman reja.
banyak dari berbagai wilayah di daerah jawa sehingga di daerah banjarpanepen yg sebelum nya sering sowan  yg waktu itu di pimpin oleh Oste Wangsantana sesekali sowan kepada Kyiai Imam Sadrah Suryo Pranoto di daerah Kutoarjo.  Di masa masa transisi inilah terhenti komunikasi  itu.
Maka di tahun 1956 Rasul distrik Tan biangsing ( Hendra tansah sami memanggil Semua Pengurus dan Imam MKIHBS untuk bergabung kembali.diantaranya: Markam Martosudarmo dari Langenrejo, Imanredja
dari Maos Cilacap, Wangsatana dari Banyumas,Tedjomartono  dari Langenrejo, Wargomartojo dari Krakitan Bantul Yogyakarta.

Maka dari hasil perundingan itu di awali di  tahun 1956 Pasamuan Selanegara (Banjarpanepen) Membangun sebuah Sidang kurang lebih 400 meter dari gereja yg awal di yaitu di Desa Banjarpanepen, maka pada saat peresmian itu juga MKIHBS Banjarpanepen Bergabung kembali  ke Gereja kerasulan Baru. yang di ikuti oleh wilayah lain di sekitarnya yaitu Grujugan, Karangtawang, Tritih, Cengal (Karang sari) Karena Tuhan Allah maha pengasih senantiasa membukakan jalan bagi para dombaNya, maka setelahbergabung kembali Sidang Banjarpanepen Mendapatkan Seorang Pristerpengantar untuk yg pertamakalinya yaitu Prister Kartawireja.
                           
                                                                                                                   

                                                                                             Local History Structure

                                                                   


Pra Sejarah (MKIHBS)

Prister : Idris Wangsantana
Oste I : Idris Wangsantana di angkat oleh Rasul Sadrah Suropranoto sebelum pecah menjadi MKIHBS

Oste II :Abas Iman Reja, (cilacap) Masa Masa (MKIHBS) dan di kukuhkan kembali setelahbergabung kembali ke GKB

Gereja kerasulanbaru Ostenya adalah Tan Biangsing ( Hendra Tansah Sami )

MKIHBS Bergabung ke GKBI sekitar tahun 1956 dan Oste Abas iman reja (MKIHBS) tetap menjadi Oste distrik untuk GKBI dan Oste distrik Tan Biangsing Menjadi Rasul Distrik

GenerasiI Gereja Kerasulan Banjarpanepen

Oste Distrik I :Abas Iman Reja
Prister Penghantar : 1. Kartawireja
Di bantu oleh
Prister .Karyomiharjo
Prister. Sukarjo
Diaken. Partomiharjo
Diaken. Suwarto
Diaken. Enoh Kartowiono
Diaken. Turun Hadisiswoyo

Prister Penghantar : 2. Y. Wangsa Pawira
Di bantu oleh
Prister .Karyomiharjo
Prister. Sukarjo
Diaken. Partomiharjo
Diaken. Suwarto
Diaken. Enoh Kartowiono
Diaken. Turun Hadisiswoyo


Tapi di tahun 1957 Prister Kartawireja di Tugaskan Ke Sumatra Oelh Rasul Tan biang sing untuk menjadi Oste Distrik di wilayah Sumatra yg ber pusat di Lampung. Setelah Prister Y. Wangsa Pawira Mengaso Maka Penghantar di gantikan Oleh

Prister Penghantar : 3. Karyomiharjo

Dibantu Oleh
Prister. Sukarjo
Prister. Suwarto
Diaken. Heno Kartowiono
Diaken. Sastropawiro
Diaken. Yonodiharjo

Maka di Tahun1975 .Rasul Tan Biang Sing Mengangkat Diaken Turun Hadisiswoyo Menjadi Evanglist 19 Agustus 1977 kemudian 28 Januari 1978 dithabiskan menjadi Ouste Distrik. Karena Perkembangan yg pesat di daerah Banjarpanepen dan sekitarnya Grujugan, Karangtawang, Tritih, Cengal (Karang sari) maka Diaken Heno kartowiono di tahbiskan menjadi prister dan beberapa tahun kemudian Prister Heno Kartowiono di thabiskan Menjadi Evanglist Pasamuan di tahun 1992

Penghantar : 4. Evanglist. Heno Kartowiono

Di bantu oleh
Prister. Karyomiharjo
Prister. Sukarjo
Prister .Suwarto
Prister Yonodiharjo
Dk.Partomiharjo
Dk.Sastropawiro

Dengan Perkembangan yang sangat pesat maka di bangunlah Bangunan Gereja Yang Permanen di Banjarpanepen yang berkapasitas 70-100 anggota sidang dan Prister dari sidang banjar panepen juga melayani beberapa sidang di sekitarnya seperti. Sidang Karang Gedang ( Clcp) Purwokerto, Grujungan Karang tawang Tritih , Cengal.( Karang sari).dan mengutus Prister Sukarjo untuk melayani di wilayah wilayah ini, dengan di bantu seorang prister dan Seorang diaken, dan di tahun tahun berikutnya di buatlah sistem bergilir untuk prister prister yng lain untuk dapat melayani di sidang sidang tersebut. seiring dengan perkembagannya masih dalam pimpinan rasul hendra tansah sami maka gereja yang di bangun tidak lagi bisa menampung anggota jemaat. Maka dibangunlah di sebelah timur gereja yg pertama dengan kapasitas 100 – 500 Jiwa dengan.

Dan beberap tahun kemudian Prister Karyo miharjo mengaso dan beberapa tahun kemudian Sukarjo juga Mengaso tapi beberapa tahun kemudian Evanglist Heno Kartowiono sakit maka di beri pengasoan.Maka Beberapa tahun Sidang banjarpanepen tidak mempunyai Penghantar sidang. Maka pada tahun 2008 Diaken Slamet yang baru beberapa bulan menjadi Diaken Di Thabiskan menjadi seorang Prister Penghantar.

Prister Penghantar : 5. Selamet

Di bantu oleh
Prister : Yonodiharjo
Prister : Martodiharjo
Prister : Sunarko
Prister : Wagiman
Prister : Sugiono
           : Anggit
Diaken : Hadi Suroso
Diaken : Sudarno
Diaken : Mujiono
Diaken : Basuki
Diaken : Kartius Widodo
Diaken : Tugiman
Diaken : Wasirin (alm)

Di Tahun 2010 Diaken Anggit di thabiskan menjadi prister

Oleh satu dan lain hal Pr.Selamet yang masih beberapa tahun menjari Penghantar di beri pengasoan di tahun 2015 dan sebagai pengganti  Penghantar Sidang di thabiskan Pr.Wagiman Sebagai Evanglist.

Penghantar :6. Ev. Wagiman 

Di bantu oleh
Prister : Yonodiharjo
Prister : Martodiharjo
Prister : Sunarko
Prister : Sugiono
Prister : Anggit
Diaken : Hadi Suroso
Diaken : Sudarno
Diaken : Mujiono
Diaken : Basuki
Diaken : Kartius Widodo
Diaken : Tugiman


Demikian Sekelumit Tentang Gereja kerasulan baru Banjarpanepen Sejarah ini saya tulis berdasarkan informasi dari Nara Sumber yang merupakan saksi Hidup Sejarah perkembangan dari masa ke masa ada pun cerita yg hangat tidak di tulis secara detail karena ini di ambil benang merahnya saja,.adapun 

Referensi yg di ambil dari Tulisan Dr.Th.Van den end. Buku"Sumber sumber Zending ttg sejarah gereja di Jawa Barat 1858-1963 Hlm.32-33. dan


Ref.Ststus hukum  Sejarah GKBI : Pada era ini, secara hukum Indonesia Gereja Kerasulan, berganti nama menjadi “Gereja Kerasulan Baru di Indonesia”,yang berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat, merupakan pengganti yang sah menurut hukum dari: “De Hersteld Apostolische Zendinggemeente in de Eenheid der Apostelen in Nederland en Kolonien afdeling Indonesie”.Gereja ini telah ada di Indonesia sejak zaman Pemerintahan Hindia Belanda berdasarkan Koninklijk Besluit No.39. tanggal 5 Agustus 1902, jo. No.57. tanggal 14 November 1910, jo. No.58. tanggal 26 April, jo. No.50. tanggal 23 November 1931, jo. No.43. tanggal 9Desember 1937. Gereja Kerasulan Baru di Indonesia menjadi bagian dari Gereja Kerasulan Baru yang bersatu dan manunggal sebagai G e reja Kristus di bawah kepemimpinan Rasul Kepala J. G. Bischoff yang berkedudukan di Frankfurt am Main, Jerman.


Bio Data Penulis

Nama : Sepsianto
Anak dari Prister Sukarjo dan Ny.Karsinah
Cucubuyut dari : Diaken. Abdel Cawikarsa (kakek dari Prist Sukarjo)
Cucubuyut dari : Ouste Wangsantana (kakek dari Ibu Karsinah)
Adik Dari : Prister. Sakimin ( Bintang Bulan)
Adik Dari : Prister Yunus ( Jambi )
Adik Dari : Diaken.Kartius Widodo ( Banjarpanepen)
Dan Banyak Sudara saudari yang lainnya yg tidak dapat di sebutkan satu persatu apresiasi kami sampaikan kepada Pakde, Paklik dan lain lainnya yg merupakan Jawatan Distrik.