Kamis, 27 Oktober 2011

IMAN DAN PERKEMBANGAN ZAMAN


Oleh : Sepsianto

Ada kata pepatah “Jika keimanan itu ingin terus berkembang harus mengikuti keadaan dan waktu (perkembangan jaman”) itulah kira kira pepatah yg sesuai dengan keadaan saat ini.

Mengenai iman, rasanya kita semua sudah memahaminya. Memang iman bukan sekedar persoalan pemahaman, tetapi penghayatan dan Perbuatan. Sebagai umat Kristen kita beriman kepada Allah sebagaimana diungkapkan di dalam Yesus Kristus melalui Injilnya dan secara terus-menerus diaktualisasikan melalui perbuatan kita oleh bantuan Roh Kudus, lewat kegiatan kegiatan Kegerejaan baik yg secara formal di dalam gereja (Ibadah ) maupun kegiatan kegiatan di luar gereja yg sifatnya non formal. Namun ada satu hal yg kita terkadang lupa kepada saudara saudari kita.

adalah suatu realitas bahwa pada masa sekarang ini banyak umat Kita Indonesia tersebar di manca Negara meninggalkan tempat kelahirannya sanak saudaranya, untuk mengejar Ringgit, Rupe, Dollar…. Hal ini terjadi pada anggota sidang yang ada di Daerah daerah untuk mencari penghidupan yg lebih layak bagi keluarganya. karena kehidupan di pedesaan hanya bisa menonton kemakmuran dan kemajuan Negaranya. “apakah dampak laju Inflasi bagi para petani…? Dampaknya hanyalah kenaikan harga dan biaya hidup yg semakin sulit. Lain halnya dengan para Karyawan /pegawai yg hidup di perkotaan laju inflasi justru memacu kepada kenaikan Gaji /fasilitas dll.itulah hal yg melatar belakangi para buruh migran kita untuk meninggalkan Negaranya. Namun ada satuhal yang terlewatkan yaitu terkadang karena obsesi dengan kehidupan duniawi, kehidupan Rohaniah kadang terlupakan. Karena kesibukan sebagai pekerja atau mungkin juga tidak (belum) tersedianya sarana Ibadah gereja kita.

atas alasan satu atau lain hal kadang sulit bagi seorang anggota kita untuk menjadi bagian dari komunitas umat lain setempat, namun di beberapa tempat sudah ada komunitas kita mengadakan ibadah Itu pun masih terbatas di Negara Negara yg masih menjadi tetangga kita, itu pun kadang terkendala oleh keadaan dan waktu libur yang berbeda beda. , Lalu bagai mana yg berada jauh seperti Arab, Turki dll. Karena perbedaan waktu libur inilah terkadang para pekerja menggunakan waktu liburnya untuk mengenal dunia maya main main di dunia maya, Chating Browshing dll. Karena keberadaan mereka menempati Negara yg lebih maju dari Negara asalnya. yg tadinya tinggal di pedesaan maka dengan demikian mereka bisa belajar dan mengenal dunia maya sebagai teman libur nya.

Bagaimana gereja menginterpretasikan program social Network ini (internet beserta dengan fasilitasnya) Jika dulu Gereja memandang Internet dengan berbagai macamnya adalaah mengarahkan kita untuk melakukan perbuatan perbuatan dosa. Untuk saat ini harus bisa merubah Mindset nya menjadi sebuah Potensi karena media Internet memberi kesempatan bagi umat Indonesia untuk menjadi bagian dari Komunitas Indonesia di dunia maya, yang tidak dibatasi oleh letak geografis domisili yang bersangkutan maupun oleh perbedaan waktu. Yang dibutuhkan hanyalah akses reguler ke internet. Mengingat internet sudah tersedia di seluruh penjuru dunia, rasanya ini bukanlah suatu hal yang sulit untuk didapatkan.hal ini juga memacu kecenderungan untuk tidak menggunakan waktu libur bagi tenaga kerja kita untuk melakukan hal hal yg negatif dengan akses Internet dan sosialisasi kepada mereka akan web, blog Religi dll yg berfanfaat bagi perkembangan, perawatan rohani mereka.

Adalah hal yang sangat positif bagi para Buruh Migran, sehingga mereka terhindar dari gemerlapnya kota kota metropolitan (Diskotek, Perselingkuhan antar pekerja, pergaulan bebas dll ) di Negara lain yg jauh dari pengawasan Keluarga, Istri, Suami mereka. Disinilah peranan saudara sausari dan para blogker serta web web religi untuk menetralisir halhal yg negative. Sehingga bukan hanya umat kristiani yg mungkin membacanya. Sehingga kita dapat senantiasa menjadi SURAT KRISTUS yang dapat di baca oleh setiap orang yang membacanya. Dan menjadi Garam dan Terang dunia. Karena jika garam itu menjadi Tawar dengan apakah kita mengasinkannya..?



Mungkin saudara/I bosan , jenu bahkan mentertawakannya dll melihat tulisan saya lagi, Tapi ini saya tuliskan karena rasa peduli dan kehawatiran akan saudara saudari Seiman

Senin, 13 Desember 2010

KEBERLANJUTAN KEIMANAN MELALUI KEPEKAAN


Renungan Natal 2010
Oleh Sepsianto

Sustainable (Berkelanjutan ) itulah pertanyaan besar yang menjadi tantangan kita kedepan dalam pertumbuhan sidang jemaat pada umumnya, dan perkembangan keimanan pada khususnya.kenapa demikian….? Dengan Apa dan bagaimana agar tetap bisa berkelanjutan...? Pertanyaan ini muncul di beberapa sidang yang berada di daerah, atau mungkin pedalaman…!

Kenapa Demikian....? 

 hal ini di karenakan oleh beberapa faktor yang mempengaruhi kehidupan jasmani yg berimbas pada kehidupan kerohaniannya. Halini juga berkaitan dengan Program 1/ Mil yang di galakan Beberapa tahun yang sudah lewat. Jika program 1/mil adalah program yg sangat bagus dalam pertumbuhan suatu sidang jemaat. Bisa kita bayangkan jika 1/mil ada sidang. Berapa banyak anak anak allah yang ada di muka bumi ini. Akan tetapi bisa kita lihat perkembangan yg berkembang cepat justru di Perkotaan, sedangkan di daerah daerah. Justru perkembangan bisa di katakan tidak ada peningkatan. Hal ini karena mereka ber migrasi ke perkotaan. Sedangkan di sidang perkotaan kewalahan menampung Anak anak Allah sebagai dampak Urbanisasi.dan pertanyaan kembali muncul jika sidang di perkotaan itu bertambah anggota nya makin banyak makin banyak dan itu adalah perpindahan dari sidang di daerah apakkah itu bisa di sebut Perkembangan...? atau Perpindahan..? pertanyaan inilah yg menunggu jawaban, inti dari Keberlanjutan adalah Berkembang, bertambah sehingga berlanjut terus ke generasi selanjutnya dan bertambah baik itu dari faktor keturunan tauapun penambahan yg memang dari Luar (mualaf) sehingga kita diharapkan lebih peka dan peduli dalam menyikapi permaslahan ini.

Padahal jika kitalihat Anak anak dalam satu sidang jemaat atau bahkan dalam satu Distrik kita dapati banyak sekali anak anak secara khasat mata, nah mereka mereka inilah yang akan membawa misi keberlanjutan itu. Karena merupakan generasi generasi penerus dalam pertumbuhan sidang ( Distrik itu sendiri ) akan tetapi apa jadinya jika dalam satu sidang jemaat di daerah yang ada tinggal Anak anak dan Nenek/Kakek kakek. Karena pada saat anak anak itu tumbuh menjadi remaja dan telah menyelesaikan Study di tingkat SMP/SMA anak anak ini akan bermigrasi ke perkotaan dangan berbagai alasan, baik itu mencari pekerjaan, melanjutkan Study dan lain lainnya. lalau bagai mana solusinya…? Hal inilah yg patut kita cermati bersama. dan menjadi tugas semua anak anak Allah.

Hanya satu kata yg kita semua ingin dengar dalam kehidupan kepercayaan kerohanian kita adalah KEBERLANJUTAN,( Sustainable ) dalam arti kata Generasi generasi penerus Anak anak, remaja akan menggantikan yg tua tua yang akan meninggalkan jasadnya di bumi ini. Kenapa keberlanjutan yg di usung dalam tema ini, karena kepercayaan bisa saja mandeg, berhenti tidak , bertumbuh , tidak berkembang atau tidak terpelihara dengan baik,( Sebagai Contoh dalam Satu Keluarga Kerasulan dg 5 Anak akan tetapi hanya 2 anak yg bisa tetep mengikut Yesus dan sisanya meninggalkan Kristus )itu Namanya Tdk Sustainable,dan di situlah kepercayanan menjadi Mandeg tidak ada kelanjutannya.hal ini banyak sekali di alami di Daerah daerah di Indonesia, di dalam kehidupan kerohanian sebetulnya di berikan talenta masing masing sesuai dengan ukuran dan kemampun kita. Akan tetapi Allah berkeinginan agar seberapa pun talenta yg kita miliki jika itu di kembangkan dan menjadi tumbuh, berkembang bertambah, sehingga bisa di sebut Berkelanjutan.( Sustainable ) Baik itu di dalam diri kita sendiri atau dalam satu sidang jemaat bahkan bisa lebih luas lagi.

 Dengan Apa dan Bagaimana...?

karena dalam kehidupan tak ada satu perbuatan pun yang tak memiliki imbalan (konsekwensi) Itu hukum dunia, tak ada yang tak ingat masa lalu, tak ada yg tak punya masa depan, tak ada yang hanya dapat menggenggam masa kini. Tak ada yang tak punya hak, tak ada yang tak memiliki kewajiban apapun, hanya ada kebutuhan dan keinginan itulah cara meraih Kehidupan, itulah Cita cita.dan itulah Manusia. karena, daging telah menyelimuti kulit dan darah mengalir membakar Nafsu, Amarah, Iri dengki, egois,kesombongan, Congkak, Itulah Manusia. dan kesadaran harus tumbuh dalam diri manusia, yaitu menyadari bahwa selama manusia mendiami tubuh maka dia masih jauh dari Tuhan.namun di harapkan bahwa kita dapat mengesampikan atau menomor duakan atau minimal balance dalam  kehidupan jasmani dengan kehidupan rohani kita sehigga  Misi keberlanjutan keimanan bisa berjalan.

Seperti misalnya dongeng di negri ini yang sedang belajar BERDEMOKRASI tetapi Pluralisme menjadi pudar, budaya ketimuran mulai luntur, tatakrama mulai tak jelas, kebebasan beragama mulai terusik, pendirian tempat ibadah makin sulit , Sopan santun menjadi nomer ke sekain, Kerukunan mulai renggang, semua kasus mulai terangkat, yg Baik merasa punya hak, yg jahat pun merasa punya hak, semua berkomentar, semua menghakimi, merasa paling benar dan yg lainnya salah. dan Aliran Alairan Radikal mulai mengembangkan sayap karena juga merasa punya hak .itu semua terjadi karena RASA TAKUT, KECURIGAAN, KEHAWATIRAN dan lain lain dan lain lain dan lain lainnya...? itulah MANUSIA…!” tapi ketahuilah wahai NEGRI ku BAIK dan BURUK, SALAH dan BENAR Itu adalah ukuran MANUSIA, tetapi ukuran TUHAN “Baru Berprasangka Buruk saja Sudah BERDOSA” Jadi Manusia manakah yg Akan memiliki SURGAnya…? Taukah kalian wahai manusia siapa di antara kalian yg akan Mendiami Surga jika di antara kalian merasa paling benar….? Paling Baik…apakah dapat bisa di katakan Sustainable (berkelanjutan) kepercayaan itu jika keadaannya demikian...?

Saudara dan Saudari yang kekasih akan tetapi kemurahan datangnya dari DIA yang telah terlahir untuk kita semua untuk membebaskan dari Cengkeraman Si Ular dan meremukan kepalanya.dan kita di bebaskan dari semuanya itu. Maka dengan datangnya Dia kita jadi bisa memiliki Kasih, baik Kasih kita kepada Tuhan Allah Bapak kita atupun Kasih terhadap Sesama Manusia, dan itu di wujudkan dan di tuangkan dalam HUKUM KASIH yag Ia Ajarkan kepada Umat Manusia, untuk dapat memiliki kasih sayang, kelemah lembutan dan dari segala macam sifat sifat kedagingan (MANUSIA) dan menumbuhkan Rasa Peduli dalam sanubari Manusia, sehingga Manusia di sebut Sebagai Mahluk Tuhan, Mahluk Sosial, yg merupakan Mahluk yg paling sempurna dari pada Mahluk mahluk ciptaan Allah yg lainnnya, karena di karuniai Akal budi dan Rasa Kepedulian terhadap sesamanya.

Rasa peduli adalah ibarat batu bata untuk bangunan yang bernama KASIH. Tanpa adanya kepedulian tidakmungkin tedapat rasa kasih pada seseorang. Apa yang di maksud dengan kepedulian ..? kepedulian adalah kesanggupan untuk peka terhadap kebutuhan orang lain serta menempatkan diri dalam keadaan orang lain ( Empati ) dan peduli adalah soal bagai mana kita memperlakukan sesama kita.lalu apakah hubungannya dengan kemajuan dan perkembangan (Keberlanjutan) keimanan kita  dengan kepedulian, keberlanjutan juga akan sangat mengalami kendala jika kita tidak bisa memelihara kepedulian kepada sesama  baik itu sesama anak anak Allah ataupun Sesama manusia. jadi kepedulian sangat di utamakan dalam rangka menunjang keberlanjutan keimanan kita.  kita ambil sebuah contoh jika kita melihat sudara/i kita seiman yg sedang dalam kesusahan (secara materi maupun moril ) lalu kita sebagai saudara/i seiman tdk ada yg peduli  tetapi oranglain ( umat yg lain ) lebih peduli  ada kemungkinan bahwa Keimanan itu tidak sustainable. tidak berkelanjutan karena mungkin dalam  keadaan sulit itulah pertimbangan pertimbangan Rasionallah yg lebih dominan. untuk itulah,

Menunjukan kepedulaian, bersikap baik hati, mau berbagi, menolong dan memberi adalah cara cara kita untuk menunjukan bahwa kita peduli. Peka yang di bicarakan di sini bukan berarti sikap orang yang perhatiannya tertuju ke dalam, kepada dirinya ( Self-centered ) sehingga mudah tersinggung perasananya , melainkan sifat orang yang perhatiannya tertuju keluar, kepada orang lain yang mudah merasa iba kepada orang lain ( extra-centered sensitivity ) kepekaan dan kepedulian membuat orang melihat keluar dari dirinya dan menempatkan dirinya di dalam orang tersebut atau menyelami perasaan dan kebutuhan orang lain, lalu menanggapi dan melakukan perbuatan yang di perlukan untuk orang lain dan dunia di sekelilingnya sehingga saudara/i kita bisa tetap bertahan sehingga dapat berkesinambungan dalam pertumbuhan keimanan kita.

Kepekaan dan kebijaksanaan ini yg semakin di lupakan oleh sebagian Manusia Pada umumnya dan ini pun terkadang bisa kita lihat dalam lingkungan kita sendiri ( Sidang Jemaat ) Kepedulian, kepekaan terhadap saudara sudari kita kadang terabaikan, terlupakan oleh kesibukan dan aktifitas yg lebih kepada kepentingan diri sendiri, atau bahkan karena Status social atau bahkan latar belakang pendidikan yg kita miliki sehingga kita merasa “lebih” dari pada orang lain, sehingga sering kali kep[ercayaan /keimanan itu menjadi tidak Sustainable ( Keberlanjutan)  Hal inilah yg patut kita waspadai karena Allah Bapa Surgawi Telah menujukan jalan Terang Bahkan Keselamatan untuk Kita Raih di masa masa penantian ini, jadi kita patut terus berusaha untuk patut karena Bapa surgawi akan menjemput mereka mereka yg sedang berusaha untuk meraih Kepatutan . sebab tidak ada satu manusiapun yg bisa melakukan hal yg sempurna, Karena manusia itu Berdarah dan berdaging, Irihati, Dengki, Serta SOMBONG, tapi ingat ada satu manusia yg bisa menang melawan kedagingan itu, dan dia bisa Manungaling Ka...wulo Gusti, dialah yg jadi panutan kita semua YESUS Dia Mengobati orang yg sakit, dia datang nanti bukan menjemput manusia yg sempurna, tapi Manusia yg sedang mencari kesempurnaan yg akan di jemput sebagi pengentin.

Foto Adalah Kebaktian Remaja GKB di Sidang Banjarpanepen
di ambil dari lantai 2 oleh Finda Fin fin

Sabtu, 11 Desember 2010

PUISI UNTUK PAPA




S ejuta ampunan, sejuta harapan
E ngkau adalah maha dari segalanya
P erjamuan kudus mu telahku terima
S egala dosa segala cela telah kau bersihkan

I ngat dan akan terus ku ingat kasih Mu
A llah Bapa ku tari ku tuk selalu mendekat
N ama mu selalu menjadi benteng perlindungan ku
T uhan ku hanya engfkaulah yag patut ku sembah
O leh karenanya kuserahkan segenap Jiwa ku

N iat yang sudah bulat dalam diri ku
A ku tak mau mengecewakan Mu
M ulai dari saat ini kuberjanji pada Mu
A ku akan selalu setia dan mengikut Engkau

A yah ku sebagai perantara mu yg membimbing ku
Y esus sebagai juru selamat dan Putra tunggal Mu
A ku akan mengikut sampai Dia menjemput ku
H aleluyaaaa.... Haleluya...Haleluyaaaaaa.

K u kumandangkan segala pujian
U ntuk kemulyaan mu sampai selama-lamanya

Senin, 26 Juli 2010

SELAMAT BEKERJA



Sepsianto mewakili sidang Banjarpanepen
Mengucapkan :

SELAMAT KEPADA SIDANG SIDANG DI DKI JAKARTA YG TELAH MENDAPATKAN 2 EVANGLIST DISTRIK LAGI SEHINGGA MEMPUNYAI 3 ED.
DAN SELAMAT PULA KEPADA "HERDER SUSIANTO SEBAGAI EVANGLIS DISTRIK DKI DAN HERDER YOSEOH SEBAGAI EVANGLIST DISTRIK Sebagian DKI, Singapura dan China"

Kamis, 20 Mei 2010

MENCARI ALLAH


MENCARI ALLAH
Oleh : Sepsianto


Sejak kita mulai menghirup udara atau sejak kita tiba di dunia ini, kita belum tahu bahkan tidak tahu untuk apa kita di lahirkan. Pertanyaan yang semacam ini belum pernah ada dan belum pernah terdengar. Kalaupun pertanyaan itu ada, itu ada dalam diri kita masing masing, dan itu pun lebih kepada kehidupan secara Jasmaniah sebetulnya untuk apakah kita datang dan di lahirkan ke Dunia ini .mungkin agak lucu bahkan konyol terdengarnya, tapi realitanya belum pernah ada yang ,membahas masalah ini. Jika kita telaah lebih jauh bisa kita pahami secara Relgi bahwa kita lahir di dunia ini untuk :

1. Pencarian Pertobatan
2. Penggenapan Firman Tuhan
3. Pemberitaan Kabar Kesukaan

1. Pencarian Pertobatan

Semenjak manusia itu di ciptakan adalah kesempurnaan , Kedamaian, Kebahagiaan yang Allah berikan kepada Manusia sebagai ciptaanNya. Hal ini bisa kita lihat dalam sejarah di Ciptakannya ADAM dan Kemudian HAWA. Hidup dalam keadaan Kedamaian itu dalam Taman Firdaus/Eden. Akan tetapi karena kelalian dan kelemahan dari Daging maka tergodalah mereka untuk Menyamai Allah dengan melanggar LaranganNya.

Nah semenjak itulah manusia Di Usir dari ” Kemerdekaan” yg di ciptakaan Allah. Dan di Buang Ke Bumi dengan maksud Untuk ” Mencari Pertobatan” untuk menebus kesalahan yg di lakukan Manusia kepada PenciptaNya.semenjak itulah ketidak amanan,ketidak nyamanan merupakan pendamping mereka, Maka selama perjalanannya mencari pertobatannya itu simanusia ini perlu makan dan perlu minum, dan Allah tidak lagi menyediakan seperti yang di lakukanNya di Taman Eden melainkan si manusia harus berjerih payah dengan Keringatnya Untuk Mendapatkan Makanannya.

Dan sampai kapankah Manusia ini Mencari Pertobatannya, petualangan itu di awali dari ADAM dan hawa, Abraham , Musa, Daud dst sampai menemukan Sang Penyelamat yang akan Membebaskan Mereka ( Manusia ) dari Segala dosa- dosanya.karena petunjuk ilahi berkenaan dengan DIA yang akan menghancurkan kepala si ular merupakan masa depan yang penuh pengharapan akan kelepasan dari kebinasaan, dosa dan kematian. Siapakah Sang Penyelamat itu..? dialah ”Yesus, sang Mesias, sang Imam madhi, dialah Isa Putra Mariam” maka berbahagialah Kita karena kita Telah menemukan Sang Juru selamat itu di lahirkan di masa- masa Penantian Hari Akhir dan berbahagialah kita karena kita mengenal Sang Mesias itu sebelum kita Manutup Mata untuk selamanya.


2. Penggenapan Firman Tuhan

Di dalam Petualangannya Adam dan Hawa pun Ber Anak dan Bercucu, lalu anaknya pun Beranakdan bercucu, dan cucunyapun Beranak dan Bercucu dst tapi Pencarian itu pun belum selesai. Maka sampailah pencarian itu ke Ibrahim/Abraham. Maka kepada Abraham berfirmanlah Allah ” Maka Keturunan Abraham Akan banyak Seperti halnya Binatang di langit dan pasir di Lautan” karena dengan firman itulah kita ada dan karena firman itulah kita di lahitrkan karena kita inilah generasi generasi dari Pendahulu kita ini, tapi pencariak kita tidak lagi kepada pencarian sebuah pertobatan, karena di generasi kita sekarang sudah dalam Jaminan Keselamatan yang pasti. Dan sekarang kita tinggal menunggu dan mengusahakan agar kita betul betul kebagian Keselamatan itu.karena hanya pada Yesus sang mesias lah Keselamatan itu di jaminkan. Maka kita harus bisa terus selaras untuk pengikutan kita.

3. Pemberitaan Kabar Kesukaan

Kita sebagai generasi dari pada pendahulu/ leluhur kita maka sebagaimana halnya Sejarah, harus di sosilalisasikan kepada generasi berikutnya setelah kita. Hal ini pula yang seharusnya terjadi dalam Kepercayaan kita di dalam kita mencari dan menanti penggenapan Janji Allah. Karena untuk pekerjaan kerampungan Allah tidak hanya mengutus para Hambanya yg bekerja dalam sidang sidang jemaat saja, tetapi semua Anak Allah termasuk kita. Satu tugas untu kita adalah memberitakan Rencana Keselamatan Allah kepada sesama manusia. Lalu dengan bagai manakah kita melakukan itu semua :

a. Kesediaan untuk berkorban
b. Cara hidup yang menjadi teladan
c. Citra Kristus dalam diri kita
d. Kesaksian akan kepercayaan

a. Kesediaan untuk berkurban

Pengorbanan untuk Allah adalah bukan sesuatu yang sia sia melainkan sebaliknya kita akan mendapatkan seseuatu yang lebih besar dari pada apa yang kita korbankan kepada Allah. Baik itu Waktu, Materi ataupun segala sesuatu yang kita korbankan kepada Allah. Bahkan jika kita nilai dari sisi manusia Sangatlah berat pengorbanan kita kepada Allah. Sebagai contoh cerita seorang kaya yang sudah melakukan segala hukum Allah dan melakukan kehendak Allah lalu ia bertanya Apakah yg kurang ya Allah.” Juallah segala Harta Milikmu dan bagikanlah kepada orang miskin. Maka si orang kaya itupun sangat keberatan dan apa yang terjadi. Segala sesuatu yang ia lakukan kepada Allah menjadi percuma, karena lebih berat untuk melepaskan harta bendanya. Pada hal tdk cuman itu untuk dapat mengikut dan menadpatkan Kerajaan surga. Ada Firman Allah ” Jika engkau tdk dapat meninggalkan ayah mu, ibumu dan saudaramu sekalikali engkau tdk akan bisa menjadi Murid ku.” Firman ini menunjukan bahwa kita harus bisa melepaskan segala sesuatu yang dari dunia ini untuk pengikutan kita. Bahkan Bapak/ibu atau saudara saudari kita pun jika itu menjadi batu sandungan di dalam pengikutan kita kita tdk bisa mengikut dan menjadi pewaris kerajaan Allah itu. Jadi di harapkan kita harus bisa berkorban untuk mendapat Keselamatan itu.

b. Cara hidup yang menjadi teladan

Kita sebagai manusia yang di ciptakan dengan Akal budi yang juga merupakan mahluk sosial. Harus bisa bersosialisasi di tempat di mana kita tinggal.kita harus bisa menjadi contoh yang baik untuk Anak anak kita, saudara/i kita dan lingkungan kita. interaksi kita dengan lingkungan kita harus hidup berdampingan sopan, Santun dan tuturkata yang baik sehingga kita bisa menjadi teladan sebab kita hidup bukan hanya karena. Kemanusiaan kita tapi kita juga hidup karena Roh kudus yg membimbing kita baik hidup di dalam lingkungan secara umum. Sehingga keteladanan akan mencerminkan kehidupan yang Damai.dan dapat menajdi suritoladan bagi orang banyak.

c. Citra Kristus

Yesus sebagai Guru dan Tuahan Kita telah memberikan inspirasi untuk bisa di jadikan contoh yang kongkrit.di dalamkehidupan seorang manusia yg di pimpin oleh Rohkudus.demikian pula di harapkan kepada kita sebagai anak anak Allah bisa mencerminkan bahwa kita adalah pengikut Yesus. Dengan tingkah laku kita, perbuatankita, dan banyak hal lainnya. Kita harus bisa memberikan contoh dan mencerminkan kehidupan seperti yang Yesus lakukan pada zamannya. Kita harus bisa menjadi Surat Kristus yang dapat di baca oleh setiap orang yang melihatnya.

d. Kesaksian Akan Kepercayan

Banyak orang kristen kemudian menjadi Malu, menutup nutupi kalau dia adalah seorang Kristen ( Pengikut Kristus) hal ini bisa kita lihat konsekwensi sedikit sekali yang mengerti KONSEKWENSI dari sebuah pengikutan kepada Yesus.bandingkan dengan (1 Petrus 4 : 12 – 17) janganlah heran jika nyala api siksaan yang datang kepada mu sebagai ujian,seolah olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.sebaliknya bersukacitalah sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersuka cita pada waktu IA menyatakan kemuliannya. Berbahagialah jika kamu di Nista, karena Kristus sebab roh kemuliaan yaitu roh Allah ada pada mu. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat atau pengacau , tapi jika ia menderita oleh karena menjadi seorang Kristen maka janganlah ia malu,melainkan hendaklah ia memulaikan Allah dalam nama Kristus.di sinilah Kesaksian kita di uji dengan banyak hal.untuk itu kita di harapkan dapat bersaksi prihal kepercayaan kita dan pengajaran para rasulnya, seperti yang di katakan di Korintus ”Sebab dukacita mu itu menurut kehendak Allah sehingga kamu tidak sedikitpun di rugikan oleh karena kami. Sebab duka cita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yg membawa keselamatan danyg tidak akan di sesalkan.



Pic By Search Google

Selasa, 23 Maret 2010

Sekelumit Tentang GKB Banjarpanepen



Dari kiri ke kanan :Rs.Anting , Rs. Lim ,Rs.Sadrah Suropranoto,Rs.Yotam Martosudarmo,Rs.Kepas Citrowiryo, Rs.Markam Martosudarmo,Rs.Tan Biangsing (hendra tansah Sami), Kasam reja Pawira,Rs.Yusak Wargomartoyo,Rs.Tansah Tikno,Rs.Yusak Sapto Hadi Paryitno.(tdk ada foto) Rs.Rs.Kardiman HDW ( Tidakada Foto ) Rs.Edy Isnugroho, Rs.Samuel hadi Widagdo, Rs. Samuel Handoyo, Rs.Rumantyo, Rs. Aris Kusnandar 



       




Sekelumit Tentang
Gereja Kerasulan Baru Banjar Panepen

Di Awali dari sebuah Pngabaran Injil oleh orang orang Belanda di Hindia Belanda (Indonesia) maka pemerintahan Hindia belanda pada waktu itu menempatkan para Misionaris yng tergabung dalam Kelompok Kelompok kepercayaan dan di buatlah suatu Asosiasi yg di bentuk belanda untuk menampung dan mengkoordinir Kelompok kelompok tersebut dan di beri Nama NZV.(

Zendings Vereeniging )
Karena untuk pngabaran injil lebih luas maka orang orang belanda mempercayakan dalam setiap kelompok ini mempunyai pimpinan. Karena beda pandangan maka pemimpin pemimin lokal tidak lagi sependapat dengan pemerintah belanda yg nota bene selalu mengintervensi segala sesuatunya. Di tahun 1879 ketika sedang cuti di negeri belanda Mr. F.L. Anting beralih ke gereja Rasuli ( Heresteld Apostolische Zendingskerk) dari rumpun Irvingian, sekembalinya di Batavia ajaran Gereja itu di sebarkannya di jemat jemaat yang telah didirikan sebelumnya.dan Ia mengangkat seorang Penghantar Jemaatbernama Leonard manjadi ”Rasul” ( Apostel) untuk wilayah Jawa.Sepeninggal F.L .Anting NZV Menerima Tangung jawab Atas Jemat jemaatnNyadan Leonrd menanggalkan jabatan Rasul, dan di Batavia tetap berdiri jemaat ”Kerasulan” (Apostolis) yang sebagian besar adalah peranakan ( Keturunan Belanda) dan     Kerasulan Warisan Mr. Anting di Batavia mengangkat Sadrah Suro Pranoto Menjadi ” Rasul” Di tahun 1899 Untuk Penduduk Asli Hindia Belanda (Pribumi)  dan di masa masa kejenuhan terhadap penjajahan belanda di tanah jawa pada khususnya, banyak masyarakat yang penasaran dan mencari keadilan dan kebenaran. Di dalam pencariannya masyarakat mendengar bahwa ada seorang kyai yang terkenal dengan kearifan dan kebijaksanaan serta mempunyai ilmu yg terkenal beliau adalah Kyiai Imam Sadrah Suryo Pranoto. Yang di angkat oleh F.L. Anting

Bahkan para kiyai di daerah jawa sering mencari dan sowan kepadanya mereka diantaranaya Kyai Petrus Setrodiryo lahir tahun Dusun Ngabean Pandak Bantul, Kyai Jodarmo Wongsosudarmo - Krakitan, Kyai Brojo /Teruman, Kyai Setrodimejo Karanggayam Bantul, Kyai Iskak Kartodikromo Panjangan Pajangan Bantul, Kyai Singowijoyo Mangiran Srandakan Bantul, Kyai Yosapat Sonowijoyo Cangkring, Kyai Kromoinangun Plemantung Bambanglipuro Bantul lan Kyai Kertodrono Kalinampu Pundong Bantul ,    
Seirang dengan masa kepemimpinan R.Sadrah sampai dengan tahun 1900 an banyak saudara sudari menerima Kematrean suci dari beliau ,Petrus ( Pa Mika) Dari Banten Pengikut Mr. Anting menjadi Penatua di Pangharepan. Pada tahun 1903 ia keluar dari jemaat dan mendirikan jemaat kerasulan.
 dan kelompok Kerasulan menjalin hubungan lagi dengan kelompo Sadrah Kemudian mengangkat Seorang Pensiunan tentara bernama J.S. Steyvers menjadi Tua tua untuk sidang rawaselang, dan di di sinilah di berinama ” Gereja Kerasulan Baru”(GKB) dan sebagian besar sebagian orang kristen dari jemaat NZV beralih ke gereja itu ( GKB) tetapi karena semakin sepuhnya Rasul sadrah maka di tahun 1925 beliau wafat, dan di gantikan oleh Rasul Yotam Marto rejo, tetapi di tahun 1932 GKB Retak dan berdirilah ” Persekutuan Injil elieser  karena satu dan lain hal Rasul Yotam Martorejo di beri pengasoan di tahun 1933 dan di gantikan oleh Rasul Kepas Citro Wiryo dan beliaupun mengaso di tahun 1940. Sementara di masa transisi ni ( Belum ada Pengganti )sementara waktu di pimpin oleh Opsiner ( Uskup) Markam Martosudarmo , akan tetapi  di tahun 1951 oste distrik  Tan biang sing (Hendra Tansah sami ) dalam pertemuan di frankurt jerman di angkat menjadi rasul distrik untuk Indonesia, nah di sinilah mulai terjadi gesekan2  dan perpecahan pun terulang di tahun1953 dan terbentuklah ” Gereja Kerasulan Pusaka”
menurut markam mestinya beliaulah yg meimpin tetapi ternyata, di tahbiskan Oste distrik tan biangsing maka ada dua alasan bagi siding siding gereja kerasulan baru Selain Markam marto sudarmo yg memegang kepemimpinan (pjs.Pejabat sementara) yg mestinya di kukuhkan dan alasan kedua adalah Tan biangsing ( hendra tansah sami yg nota bene keturunan etnis china, sehingga  pecahlah dalam kelompok kelompok.  
Upaya rekonsiliasi terus dilakukan maka Rasul Tansah sami melakukan rekonsiliasi agar siding siding kembali bergabung kedalam Gereja kerasulan baru, dan sebagian sidang-sidang jemaat yang tidak mau bergabung dengan Indische Kerk menjadi Gereja Kristen Jawa. Markam Martosudarmo diikuti oleh Imanredja, Tedjomartono,Wargomartoyo, mendirikan “perkumpulan” Masehi Kerasulan Indonesia Hulu Bangsa
Sebulon (MKIHBS). dan Prister Wangsantana yg merupakan Prister pertama untuk MKIHBS Untuk daerah Karsidenan banyumas di nobatkanmenjadi Oste  sebelum Iman reja.
banyak dari berbagai wilayah di daerah jawa sehingga di daerah banjarpanepen yg sebelum nya sering sowan  yg waktu itu di pimpin oleh Oste Wangsantana sesekali sowan kepada Kyiai Imam Sadrah Suryo Pranoto di daerah Kutoarjo.  Di masa masa transisi inilah terhenti komunikasi  itu.
Maka di tahun 1956 Rasul distrik Tan biangsing ( Hendra tansah sami memanggil Semua Pengurus dan Imam MKIHBS untuk bergabung kembali.diantaranya: Markam Martosudarmo dari Langenrejo, Imanredja
dari Maos Cilacap, Wangsatana dari Banyumas,Tedjomartono  dari Langenrejo, Wargomartojo dari Krakitan Bantul Yogyakarta.

Maka dari hasil perundingan itu di awali di  tahun 1956 Pasamuan Selanegara (Banjarpanepen) Membangun sebuah Sidang kurang lebih 400 meter dari gereja yg awal di yaitu di Desa Banjarpanepen, maka pada saat peresmian itu juga MKIHBS Banjarpanepen Bergabung kembali  ke Gereja kerasulan Baru. yang di ikuti oleh wilayah lain di sekitarnya yaitu Grujugan, Karangtawang, Tritih, Cengal (Karang sari) Karena Tuhan Allah maha pengasih senantiasa membukakan jalan bagi para dombaNya, maka setelahbergabung kembali Sidang Banjarpanepen Mendapatkan Seorang Pristerpengantar untuk yg pertamakalinya yaitu Prister Kartawireja.
                           
                                                                                                                   

                                                                                             Local History Structure

                                                                   


Pra Sejarah (MKIHBS)

Prister : Idris Wangsantana
Oste I : Idris Wangsantana di angkat oleh Rasul Sadrah Suropranoto sebelum pecah menjadi MKIHBS

Oste II :Abas Iman Reja, (cilacap) Masa Masa (MKIHBS) dan di kukuhkan kembali setelahbergabung kembali ke GKB

Gereja kerasulanbaru Ostenya adalah Tan Biangsing ( Hendra Tansah Sami )

MKIHBS Bergabung ke GKBI sekitar tahun 1956 dan Oste Abas iman reja (MKIHBS) tetap menjadi Oste distrik untuk GKBI dan Oste distrik Tan Biangsing Menjadi Rasul Distrik

GenerasiI Gereja Kerasulan Banjarpanepen

Oste Distrik I :Abas Iman Reja
Prister Penghantar : 1. Kartawireja
Di bantu oleh
Prister .Karyomiharjo
Prister. Sukarjo
Diaken. Partomiharjo
Diaken. Suwarto
Diaken. Enoh Kartowiono
Diaken. Turun Hadisiswoyo

Prister Penghantar : 2. Y. Wangsa Pawira
Di bantu oleh
Prister .Karyomiharjo
Prister. Sukarjo
Diaken. Partomiharjo
Diaken. Suwarto
Diaken. Enoh Kartowiono
Diaken. Turun Hadisiswoyo


Tapi di tahun 1957 Prister Kartawireja di Tugaskan Ke Sumatra Oelh Rasul Tan biang sing untuk menjadi Oste Distrik di wilayah Sumatra yg ber pusat di Lampung. Setelah Prister Y. Wangsa Pawira Mengaso Maka Penghantar di gantikan Oleh

Prister Penghantar : 3. Karyomiharjo

Dibantu Oleh
Prister. Sukarjo
Prister. Suwarto
Diaken. Heno Kartowiono
Diaken. Sastropawiro
Diaken. Yonodiharjo

Maka di Tahun1975 .Rasul Tan Biang Sing Mengangkat Diaken Turun Hadisiswoyo Menjadi Evanglist 19 Agustus 1977 kemudian 28 Januari 1978 dithabiskan menjadi Ouste Distrik. Karena Perkembangan yg pesat di daerah Banjarpanepen dan sekitarnya Grujugan, Karangtawang, Tritih, Cengal (Karang sari) maka Diaken Heno kartowiono di tahbiskan menjadi prister dan beberapa tahun kemudian Prister Heno Kartowiono di thabiskan Menjadi Evanglist Pasamuan di tahun 1992

Penghantar : 4. Evanglist. Heno Kartowiono

Di bantu oleh
Prister. Karyomiharjo
Prister. Sukarjo
Prister .Suwarto
Prister Yonodiharjo
Dk.Partomiharjo
Dk.Sastropawiro

Dengan Perkembangan yang sangat pesat maka di bangunlah Bangunan Gereja Yang Permanen di Banjarpanepen yang berkapasitas 70-100 anggota sidang dan Prister dari sidang banjar panepen juga melayani beberapa sidang di sekitarnya seperti. Sidang Karang Gedang ( Clcp) Purwokerto, Grujungan Karang tawang Tritih , Cengal.( Karang sari).dan mengutus Prister Sukarjo untuk melayani di wilayah wilayah ini, dengan di bantu seorang prister dan Seorang diaken, dan di tahun tahun berikutnya di buatlah sistem bergilir untuk prister prister yng lain untuk dapat melayani di sidang sidang tersebut. seiring dengan perkembagannya masih dalam pimpinan rasul hendra tansah sami maka gereja yang di bangun tidak lagi bisa menampung anggota jemaat. Maka dibangunlah di sebelah timur gereja yg pertama dengan kapasitas 100 – 500 Jiwa dengan.

Dan beberap tahun kemudian Prister Karyo miharjo mengaso dan beberapa tahun kemudian Sukarjo juga Mengaso tapi beberapa tahun kemudian Evanglist Heno Kartowiono sakit maka di beri pengasoan.Maka Beberapa tahun Sidang banjarpanepen tidak mempunyai Penghantar sidang. Maka pada tahun 2008 Diaken Slamet yang baru beberapa bulan menjadi Diaken Di Thabiskan menjadi seorang Prister Penghantar.

Prister Penghantar : 5. Selamet

Di bantu oleh
Prister : Yonodiharjo
Prister : Martodiharjo
Prister : Sunarko
Prister : Wagiman
Prister : Sugiono
           : Anggit
Diaken : Hadi Suroso
Diaken : Sudarno
Diaken : Mujiono
Diaken : Basuki
Diaken : Kartius Widodo
Diaken : Tugiman
Diaken : Wasirin (alm)

Di Tahun 2010 Diaken Anggit di thabiskan menjadi prister

Oleh satu dan lain hal Pr.Selamet yang masih beberapa tahun menjari Penghantar di beri pengasoan di tahun 2015 dan sebagai pengganti  Penghantar Sidang di thabiskan Pr.Wagiman Sebagai Evanglist.

Penghantar :6. Ev. Wagiman 

Di bantu oleh
Prister : Yonodiharjo
Prister : Martodiharjo
Prister : Sunarko
Prister : Sugiono
Prister : Anggit
Diaken : Hadi Suroso
Diaken : Sudarno
Diaken : Mujiono
Diaken : Basuki
Diaken : Kartius Widodo
Diaken : Tugiman


Demikian Sekelumit Tentang Gereja kerasulan baru Banjarpanepen Sejarah ini saya tulis berdasarkan informasi dari Nara Sumber yang merupakan saksi Hidup Sejarah perkembangan dari masa ke masa ada pun cerita yg hangat tidak di tulis secara detail karena ini di ambil benang merahnya saja,.adapun 

Referensi yg di ambil dari Tulisan Dr.Th.Van den end. Buku"Sumber sumber Zending ttg sejarah gereja di Jawa Barat 1858-1963 Hlm.32-33. dan


Ref.Ststus hukum  Sejarah GKBI : Pada era ini, secara hukum Indonesia Gereja Kerasulan, berganti nama menjadi “Gereja Kerasulan Baru di Indonesia”,yang berkantor pusat di Bandung, Jawa Barat, merupakan pengganti yang sah menurut hukum dari: “De Hersteld Apostolische Zendinggemeente in de Eenheid der Apostelen in Nederland en Kolonien afdeling Indonesie”.Gereja ini telah ada di Indonesia sejak zaman Pemerintahan Hindia Belanda berdasarkan Koninklijk Besluit No.39. tanggal 5 Agustus 1902, jo. No.57. tanggal 14 November 1910, jo. No.58. tanggal 26 April, jo. No.50. tanggal 23 November 1931, jo. No.43. tanggal 9Desember 1937. Gereja Kerasulan Baru di Indonesia menjadi bagian dari Gereja Kerasulan Baru yang bersatu dan manunggal sebagai G e reja Kristus di bawah kepemimpinan Rasul Kepala J. G. Bischoff yang berkedudukan di Frankfurt am Main, Jerman.


Bio Data Penulis

Nama : Sepsianto
Anak dari Prister Sukarjo dan Ny.Karsinah
Cucubuyut dari : Diaken. Abdel Cawikarsa (kakek dari Prist Sukarjo)
Cucubuyut dari : Ouste Wangsantana (kakek dari Ibu Karsinah)
Adik Dari : Prister. Sakimin ( Bintang Bulan)
Adik Dari : Prister Yunus ( Jambi )
Adik Dari : Diaken.Kartius Widodo ( Banjarpanepen)
Dan Banyak Sudara saudari yang lainnya yg tidak dapat di sebutkan satu persatu apresiasi kami sampaikan kepada Pakde, Paklik dan lain lainnya yg merupakan Jawatan Distrik.