Selasa, 03 Oktober 2017

KURBAN UCAPSYUKUR ISTIMEWA

Catatan dari Sebuah Ibadah Ucap syukur 2017

Oleh : Sepsianto


Dasar firman : Roma 11 : 36
Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Dalam Ibadah kali ini  jika kita lihat dari Tema Besar diatas kita bisa lihat ada tiga hal yang menarik yang saling terkait Yaitu  KURBAN, UCAPSYUKUR, ISTIMEWA.

KURBAN : jika kita teliti dengan benar kata ini mengisyaratkan kita untuk ikhlas, rela, dengan senang hati dan yang paling penting adalah Mau Rugi,  kenapa demikian pada hakekatnya berkurban berarti  merelakan apa yang kita punya kepada pihak lain, dalam hal ini jika kita melihat dari kacamata duniawi berarti kepada sesama, Artinya antara individu yang satu dengan yang lain selalu dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh. Keutuhan itu akan menjadi lebih bermakna jika manusia terlibat dalam kebersamaan. (Hubungan Sosial ) Dalam kebersamaan, antara pribadi yang satu dengan yang lain tidak saling meniadakan, tetapi menyelamatkan. Tidak saling menginjak, tetapi membantu; tidak saling menjajah, tetapi memerdekakan; tidak saling menipu, tetapi harus jujur; tidak munafik, tetapi menjadi otentik; tidak menjerumuskan, tetapi bertindak demi kebaikan, menyapa dan disapa sebagai saudara dan kawan, bukan sebagai penjahat dan musuh. Yesus pernah mengajarkan dalam sebuah perumpamaan bahwa Lebih Mudah Memasukan Onta kelubang jarum dari pada memasukan orang kaya ke dalam Surga, jika kita lihat dalam konteks sosial jelaslah nyata bahwa ketika si kaya berbagi kepada sesama dia berbagi dari kelebihannya, tetapi ketika si miskin, berbagi dengan si miskin lainnya dia berbagi dari kekurangannya, ( mampu berbagi walaupun ia dalam posisinya), 


Demikian pula jika kita melihat dengan kacamata Rohani berarti kepada Allah. jadi rela berkurban dalam dua aspek sekaligus, yaitu kepada sesama dan kepada Allah, dan keduanya tentu berorientasi kepada satu yaitu kepada Allah. (dari Dia, oleh Dia kepada Dia ) dalam hal ini apakah kita telah memenuhi apa yang di inginkan Allah yaitu , kita sadar bahwa segala sesuatu apa yang kita dapat, kita punyai bukanlah dari kemampuan kita mengusahakannya tetapi kita ingin menyadari betul bahwa segala sesuatu yang dapat kita dapat, kita raih kita banggakan (Harta, Kekayaan, Kepandaian, Pengetahuan) adalah dari Dia sehingga kita mampu menyadari betul oleh Dia lah kita bisa “mendapatkan” , “menjadi sesuatu di dalam kehidupan kita, sehingga kita dengan kilas untuk menyerahkan sesuatu itu kepada Dia. Sebagai contoh yang kongkrit  yaitu Yesus Ia mampu menanggung segala hinaan, cacian, celaan, makian, siksaan IA rela bahkan mengurbankan Nyawanya untuk keselamatan Umat Manusia.


UCAPSYUKUR :

Ucapsyukur secara Jasmani : Jika kita telaah lebih jauh lagi  Ucapsyukur adalah bentuk, penghormatan, ungkapan, rasa berterimakasih ( Sikap Hati )  kita sebagai manusia atas segala Karunia dari Allah, (Cinta, Kasih, Harta, Kekayaan, Nikmat dunia ) dan mengaplikasikannya,  nyata dalam perbuatan kehidupan kita dalam 1 Yoh  4 : 13 “Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, atau dalam Yak 2 :17, 20, 22, 24, 26 Iman Tanpa Perbuatan pada hakikatnya Mati , dalam hal ini kasih kita kepada sesama tidaklah cukup dalam teori dan pengetahuan saja tetapi di lakukan dalam tindakan Nyata/Kongkrit.


Ucapsyukur secara Rohani : Jika syukur  kita atas segala karunia jasmani yang kita terima dari Allah dan kita menyadari hal itu berasal dari Allah sehingga kita patut berbagi dengan sesama karena itu adalah Punya Allah bukan punya kita, kita hanya di titipi, sehingga kita dapat menikmati bersama sama, demikian juga dengan  syukur kita secara rohani, jika kita menengok kembali ke belakang sebagai bahan koreksi, ketika manusia berada dalam kedekatannya dengan Allah maka segala sesuatu indah dan harmonis hubungan Allah dan Manusia itu. tetapi ketika Adam dan hawa menyalahi aturan Allah maka  kedua duanya telah memberikan jarak, menjauh dari Allah, tetapi  Allah ingin agar hubungan yang harmonis antara Manusia dengan Allah itu terjalin kembali keharmonisannya maka, Allah secara langsung datang menemui kembali menjali hubungan kembali dengan manusia, maka Allah datang dalam Bentuk Manusia “Yesus” karena datangnya dalam bentuk manusia maka Allah memberikan contoh kongkrit dalam kehidupanya sebagai manusia, yang hina,berjerih payah,berpeluh, dan bergelut dengan dunia, untuk memberikan contoh, teladan baik hubungan sosial dengan sesama, ataupun hubungan Manusia dengan Allahnya. Hal ini di maksudkan untuk mengingatkan kita bahwa kita berhutang “kehidupan jasmani” dan “keselamatan kekal” kita kepada Allah.


Allah yang berbentuk Manusia Yesus itu lah yang mengajarkan dan memberi teladan dalam bentuk dan tindakan yang nyata, bagaimana hubungan kita secara sosial,(Jasmani)  dan hubungan kita dengan Allah (Rohani) dia lah yang rela menyrahkan nyawa jasmaninya untuk memberi teladan, dan menebus kesalahan /dosa di mana hubungan kita telah jauh dari Allah dan terjalin kembali dengan harmonis.yang menuntun kita ke dalam kemulyaanNya dan di penuhi sukacita atas keselamatan kita, sehingga kita di harapan mampu untuk dapat menempatkan diri kita di bawah kehendak Allah


ISTIMEWA

Istimewa adalah segala sesuatu yang di berikan atau diterima secara lebih dari segala sesuatu yang wajar atau sewajarnya. Demikian juga kehidupan kita baik secara Jasmani ataupun Rohani kita telah mendapatkan Karunia yang lebih dari yang semestinya kita terima, manis yang semula telah menghianati Allah di hukum tetapi Allah masih memberikan kesempatan Kedua untuk memperbaiki hubunganitu maka ketika manusia itu dalam buangan maka Alalh pun memberi “Bekal” untuk manusia berjerih payah dan mendapatkan makanan ( Harta,kekayaan,kenikmatan,pengetahuan)  dalam hal ini apakah perjalanan manusia akan hanya sampai pada” Bekal” itu saja , atau masih mengusahakan kedekatanya kembali dengan Allah. Ketika Allah meihat bahwa manusia kembali lagi berorientasi kepada” Bekal” perjalannnya untuk mencari kedekatan dengan Allah maka, kembali lagi Allah memberikan Tuntunan, Contoh, Teladan dengan memposisikan sebagai Manusia (Yesus) untuk menuntun manusia ke rolle/jalan yang semestinya di tempuh. Inilah kesitimewaan yang kita terima dari Allah bahwa, kita manusia mendapatkan kemuraah yangbegitu besar meskipun mestinya kita tidak dapat mendapatkannya. Tetapi kemurahan Allah membuat segala sesuatunya mungkin.



Ref : TUK Khusus NAC Okt 2017
 

 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar