Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Selasa, 20 Mei 2014
SIAPAKAH ISA ALMASI/YESUS ITU
Siapakah yg datangnya di nubuatkan oleh para nabi sebagai "Sang Imam Mahdi, Sang Mesias,Sang Juru Selamat, Sang Hakim Agung, darimanakah asal usulnya...? dialah Isa, Yesus.
Selasa, 01 April 2014
Kamis, 20 Maret 2014
Kamis, 13 Maret 2014
BERBAHAGIALAH ORANG YG MISKIN
Sebuah catatan dari
sebuah kebaktian 9 maret 2013
Oleh : sepsianto
Dasar Firman Matius 5 :
3
Berbahagialah orang yg
miskin di hadapan Allah, Karena Merekalah yang empunya kerajaan Surga.
Kata kata miskin identik dengan, Ketidak mampuan,
Kekurangan dan tidak ada hal yg bisa di banggakan itu sangat jelas kita lihat
dalam kehidupan secara jasmani, bahkan pemerintah juga telah menentukan
kriteria kriteria miskin, di mana seseorang di anggap miskin jika mempunyai
penghasilan 7000/hari atau sekitar 211.000.bulan. itu lah kriteria miskiin
secara dunia.
berlomba lomba untuk menjadi kaya bahkan tidak mau menyia nyiakan waktu sedikitpun karena berprinsip “Time is money” mereka yg mengejar kekayaan menganggap bahwa dengan kekayaan mereka memperoleh hidup yg bahagia benarkah demikian...? mari kita lihat cerita seorang yg kaya ketika hendak mengikut tuhan apa yg terjadi...dia tidak rela meninggalkan hartanya dan mengikut tuhan. Maka seperti yg tertulis di matius 6 : 21 karena dimana hartamu berada di situ juga hatimu berada.
Tetapi apa yg akan di bicarakan disini adalah bukan
membahas kaya tau miskinnya kehidupan Jasmani kita, mari kita bahas yg tertulis
di dalam :
Matius 5 :3
Berbahagialah orang
yg miskin di hadapan Allah, Karena Merekalah yang empunya kerajaan Surga.
Ada hal yg perlu kita ingatkan adalah bhwa hikmat nausia
tidak dapat mampu memahami kekuatan Allah, rahasia Allah tidak terungkap pada
hikmat hikmat manusia melainkan kepada mereka yang miskin secara rohani, lalu apa makna dari ayat ini jika
kita telaah dengan kaca mata dunia bagai mana mungkin orang yg miskin itu baha
gia, yang ada hanyalah penderitaan dan kehawatiran, tetapi bagaimna jika kita
lihat dari sudut pandang yg lain (secara Rohani ) dalam hal ini kita lihat
dengan kacamata rohani kita, jangan di
pahami secara harafiah, jika kita ilustrasikan seperti yg di atas bahwa
“MISKIN” berarti (KETIDAKMAMPUAN, KEKURANGAN, TDK ADA YG MEMBANGGAKAN) atau dengan
kata lain merendahkan diri kita di hadapan allah mari kita pahami Apakah artinya miskin di hadapan Allah? Bila kita
pelajari kata ini, kita mendapatkan bahwa sebenarnya kata 'miskin' itu sendiri
dalam bahasa Ibrani berarti 'kerendahan hati'. Artinya itu sendiri adalah
'kelembutan hati'. Anda bisa melihatnya misalnya di dalam Ams. 16:19 di mana
kata Ibrani untuk 'miskin' dalam konteks itu, sangat jelas adalah 'kelembutan
hati', atau 'kerendahan hati'. istilah miskin secara rohani mengacu kepada pengakuan
ketidak berdayaan dan ketidak mampuan berserah diri dan mengandalkan Allah,
Tetapi yang terpenting adalah kita harus tahu apakah kita tergolong yang miskin
atau kaya. Adalah tragedi besar bahwa beberapa orang yang miskin, namun
berpikir bahwa mereka kaya. Hal ini sering terjadi di antara orang Kristen,
terutama generasi sekarang.
Sepertihalnya orang yg miskin secara duniawi orang itu
pasti menyadari ketidakmampuannya di hadapan orang lain sehingga masih
membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Berbeda dengan orang yg menganggap
mampu di dalam kehidupannya, di mana dirinya tidak lagi membutuhkan orang lain
karena merasa mampu.
Demikian juga kehidupan kita secara Rohani di hadapan
Allah, Allah berkenan kepada mereka yang
menyadari dirinya tidak mampu di hadapan Allah (andap asor) menyadari
dirinya adalah bukan apa apa menyadari bahwa hidupnya tanpa peranan Allah
tidaklah berarti, tidak lah berarti apa apa, sehingga merasa kurang merasa haus akan firman Allah sehingga ada usaha untuk selalu berusaha
untuk senantiasa datang kehadirt allah
dalam setiap kesempatan yg allah berikan, allah senang dengan orang yg miskin
karena tidak ada yg perlu di sombongkan , tidak ada yg di banggakan, tidak ada
rasa cukup sehingga terus berusaha, sehingga Satu-satunya
cara agar manusia dapat menjadi miskin di hadapan Allah adalah melalui
pertobatan dan menjadi ciptaan baru. “Pertobatan” kita harus
mulai dengan Mzm. 51:1: "Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih
setia-Mu; hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah
aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku."
Sehingga andingnya
mereka yang miskin secara rohani di
hadapan Allah di gambarkan sebagai yang berbahagia karena mereka dapat menerima kemurahan Allah
dan kita dapat di perkenankan untuk bersama sama dengan Allah tinggal dalam
kerajaannya.
Jumat, 17 Januari 2014
MEMBUAT KOMITMENT DENGAN ALLAH
Oleh : Sepsianto
Sebuah catatan dari Ibadah tgl 1,5,8,12 Januari 2014
Sebuah catatan dari Ibadah tgl 1,5,8,12 Januari 2014
Setelah kita
mendapat kasih dan karunia pada 25 Desember ini dimana di saat itulah telah
dilahirkan bagi kita sang penebus,sang mesias, sang raja segala raja, yaitu
sang juruselamat dunia, kita patut berzukur atas karunia ini. Oleh karena
kelahiraNyalah kita di selamatkan, dan tergenapkanlah Nubuatan para nabi.
Sebagai rasa
zukur danterimakasih maka di tahun yang baru ini yang akan kita lewati kita ingin membuat beberapa komitmen dengan Allah, meskipun dari
awal kita sudah banyak mempunyai komitmen dengan Allah,sepertimisalnya Dalam :
1.
Berkat Calon Ibu
ketika
kita dlm kandunga org tua, kita telah membuat komitmen dengan Allah untuk
merawat dan menjaga dan akan membawa anaknya kehadapan Allah ,sesuai deng
kehendak Allah)
2.
Baptisan Suci
Ketika kita di lahirkan oleh orang tua kita, juga membuat komitme dengan Allah yaitu
berkomitmen untuk mendidik menuntun,membimbing anaknya sesuai dengan kehendak
Allah hingga pada saatnya sianak besar mengambil alih tanggung jawabnya.
3.
Kematrean Suci
Disini orang tua kembali lagi
membuat satu lagi Komitmen dengan Allah dimana kita di ikat oleh kasih
Allah dalam pencurahan rohkudus dalam Kematrean Suci. Di mana orang tua kita
kembali berkomitmen untuk mendidik menuntun,membimbing anaknya sesuai dengan
kehendak Allah
4.
Konfirmasi
Setelah
orang tua kita membuat komitmen dengan Allah dan telah menghantarkan anaknya
hingga dewasa samapailah kepada tugasnya maka si anak ini yang akan membuat
komitmen dengan Allah, dengan mengambil alih tanggungjawab rohaninya dari orang
tuanya untuk berkomitmen dengan Allah, yaitu Berjanji untuk tetap setia kepada
Allah dan mengabarkan injil/kabar sukacita/kabar keselamatan dan hidup sesuai
dengan kehendak allah, akan menyangkal iblis dengan segala perbuatannya.
tetapi di tahun yang baru ini marikita kembali
ingatkan apakah komitmen itu sudah kita lakukan dengan baik atau kita justru
melupakannya. di tahun yang baru ini kita ingin membuat satu lagi komitmen dengan Allah yaitu “ BEKERJA DALAM KASIH” untuk itu kemudian kita pertanyakan dalam
dirikita masing masing langkah apakah dan bagaimanakah kita bekerja dalam kasih
itu,
mari kita baca
dalam Kol 3:14 (Dan di atas semuanya
itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.)
Kasih itu kita
jadikan pengikat yang menyempurnakan dan mempersatukankita, karena dengan kasih
itulah orang dapat di persatukan, sebagia contoh jika sepasang pemuda dan
pemudi jika di antara mereka memiliki kasih dan mengasihi maka mereka akan
mengikat kasih itu dengan sebuah perkawinan, demikian juga dalam kehidupan sidang jemaat kita bisa bersatu, bersekutu dalam
kemanunggalan jika satu dengan yang lain memiliki kasih, jika kita berbicara
tentang kasih tentu kita tidak akan lupa
tentang hukum kasih yang di ajarkan Yesus, “
Kasihilah Tuhan Allah mu dengan segenap jiwamu, dengan segenap pikiran mu dan
kekuatan mu dan kasihilah sesama mu manusia seperti engkau mengasihi dirimu
sendiri” dalam kontek ini bahwa
kasih kita kepada Allah tidak terpisahkan dengan kasih kita kepada sesama
(manusia) yang berarti kasih itu harus di implementasikan/aplikasikan karena
dengan kita mengasihi manusiapun kita juga mengasihi dan menyukakan hati Allah.
lalu bagaimanakah kita
mengimplementasikan/mengaplikasikan kasih itu ..? yaitu dengan,Kepedulian &
Kepekaan kepada seasama karena Rasa peduli adalah ibarat batu bata untuk
bangunan yang bernama KASIH. Tanpa adanya kepedulian tidak mungkin terdapat rasa kasih pada seseorang. Apa yang di maksud dengan
kepedulian ..? kepedulian adalah kesanggupan untuk peka terhadap kebutuhan
orang lain serta menempatkan diri dalam keadaan orang lain ( Empati ) dan
peduli adalah soal bagai mana kita memperlakukan sesama kita
Menunjukan kepedulaian, bersikap baik hati, mau berbagi,
menolong dan memberi adalah cara cara kita untuk menunjukan bahwa kita peduli.
Peka yang di bicarakan di sini bukan berarti sikap orang yang perhatiannya
tertuju ke dalam, kepada dirinya ( Self-centered ) sehingga mudah tersinggung
perasananya , melainkan sifat orang yang perhatiannya tertuju keluar, kepada
orang lain yang mudah merasa iba kepada orang lain ( extra-centered sensitivity
) kepekaan dan kepedulian membuat orang melihat keluar dari dirinya dan
menempatkan dirinya di dalam orang tersebut atau menyelami perasaan dan
kebutuhan orang lain, lalu menanggapi dan melakukan perbuatan yang di perlukan
untuk orang lain dan dunia di sekelilingnya
hal ini bukan
sekedar cerita melainkan di contohkan dalam kehidupan Yesus semasa hidupnya dan
kita di harapkan juga melakukannya, hal ini nyata seperti yang tertulis dalam I Yoh 4:20 (“Jikalau seorang
berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia
adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya,
tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.) tentang halini pula
kadang kadang kita masih terbatasi dengan kepikiran kepikiran kita sendiri/ego
kita sendiri, kita masih memilih milih dan mengklasterkan siapa yg akan kita
kasihi, pada hal jelas sudah
seperti hukum kasih tadi “Sesamamu
manusia” yg berarti kasih kita kepada sesama tdk terbatasi oleh Satu
Kaum,warna kulit,suku bahkan agama sekalipun dalam hal ini di harapkan kasih
itu bahkan harus menyentuh ke saudara saudari kita yg bukan seiman.
Terlebih lagi di
dalam mengabarkan Injil/ kabar sukacita/kabar keselamatan kita ingin “Berkomitmen” untuk memuji Allah dengan membagikan apa yang baik kepada orang
lain, supaya mereka juga tdk merasa kehilangan Pengharapan dan kehilangan kasih
Allah. seperti yang terjadi pada penduduk yerusalem dalam buangannya ke Babel disana penduduknya mulai mengalami yang namanya
krisis kepercayaan,merasa Kehilangan Pengharapan dan di tinggalkan Allah,
mereka tdk lagi melihat kasih setaia Allah kepada mereka ketika mengalami
kesusahan kesusahan/kesulitan kesulitan.
Jadi ajakan untuk
kita tetap setia kepada Allah dengan tdk merasa kehilangan pengharapan terus
kita serukan dan kita tetap berkomitmen untuk itu, seperti pengalaman Ratu
Syeba yang mendengar kebijakan salomo yg mendapat hikmat Allah, dan
mengunjunginya dengan membawa berbagai hadiah hadiah yg mahal, emas,
kemenyan,mur, dan minyak cendana. Setelah perjumpaannya dengan salomo dan
pulang kembali kenegerinya Ratu syeba mempunyai “komitmen” untuk memasyhurkan Allah. Demikian pula yang terjadi pada
orang orang majus dari timur dan para gembala yang sebelumnya mendengar nubuat
para nabi akan datangnya Raja segala raja akan lahir kedunia, maka ketika yesus
lahir orang orang majus dari timur
datang bersujud dengan membawa persembahan2 yg sama yg di berikan oleh
ratu syeba kepada salomo.dan orang orang majus ini pun setelah melihat bayi
yesus mempunyai “komitmen” untuk
mewartakan kabar sukacita itu kepada semua orang yg di jumpainya.
Dan marilah kita
berkomitmen kepada Allah dalam segala situasi, baik dalam keadaan suka,duka, kesusahan
kesusahan/kesulitan kesulitan yang kita alami, kita tdak perlu berputus asa
oleh hanya karena hal itu karena Allah menginginkan kita supaya :
1.
Jangan
Takut
2.
Allah
Menyertai
3.
Allah
Setia
4.
Kedekatan
“Jangan Takut” di
dalam segala hal sebab tidak ada yg tidak mungkin untuk Allah lakukan, karena
jika kita mempunyai pengandalan dan keyakinan yang pasti kepada Allah seperti
Pastinya kita menunggu matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat. Jika
kita yakin akan kebaikan dan kasih Allah ,maka Allah akan senantiasa “Menyertai
“ Kita dalam segala hal karena “Allah Setia” setia kepada orang orang yg
senantiasa”Mendekatkan diri” kepadanya karena dengan kedekatanlah allah mengetahui
dan menberikan kasihnya kepada kita, sepertihalnya anak dengan kedua orang
tuanya jika mempunyai kedekatan maka , rasa takut itu tdk akan di rasakan oleh
anak karena orang tuanya senantiasa dengan setia melindunginya, kedekatanitu
pun bisa terjadi apa bila di antara anak dan orang tua salaing Berkomunikasi
dengan inten, demikian antara kita dengan Allah
jika kita senantiasa mendekatkan diri kita kepada Allah dengan datang
dalam setiap ibadah dan mendengarkan firmanya dan menjaga komunikasi kita
dengan Allah yg intens melalui doa doa kita, karena dengan sarana doa itulah kita
senantiasa berkomunikasi dengan sang pencipta kita.
Jadi yg di
harapkan adalah kita senantiasa menjaga kedekatan kita dengan Allah di dalam
segala ke adaan, baik suasana suka, duka, kesulitan , kesusahan kesusahan,
karena Allah senantiasa memenuhi janji
janjinya dalam segala keadaan, dan kita jaga agar Allah dapat senantiasa masuk
dalam setiap langkah dan kehidupan kita.
Kamis, 31 Oktober 2013
PEGANGLAH TEGUH MILIK MU
Catatan dari
sebuah kebaktian Rabu sore 30 Oktober 2013
Yeremia 32 : 40
Aku
akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa
Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan
akan berbuat baik kepada mereka; Aku akan menaruh takut
kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku.
Pada masa Ye remia, Allah berjanji
untuk mengikat suatu
perjanjian yang baru, suatu perjanjian
yang kekal. Kasih Allah kepada semua manusia adalah dasar untuk perjanjian kekal ini.
Allah ingin berada di dekat
manusia dan tinggal di dalam mereka
(band. Yer. 31:3,31–33). Apabila perjanjian Allah dengan manusia itu
kekal,
“Kekal” itu
berarti tidak terbatas oleh ruang dan waktu, firman Allah memang di tujukan
kepada bangsa israel yg di pebudak bangsa Mesir, Bangsa Israel merupakan bangsa
pilihan Allah, meskipun mayarakatnya juga pernah meninggalkan Allah dan
berpaling kepada dewa dewa, tetapi Kasih Allah tetap menuntun bangsa Israel
ini. Demikian juga halnya dengan kita pada saat ini yg juga merupakan Umat
pilihan Allah sehingga perjanjian Allah itu berlaku juga bagi kita saat ini,
untuk itu tidak hanya berlaku di masa lalu, melainkan juga di masa sekarang.
Kita sebagai
umat pilihan pada saat ini apakah kita
selalu berjalan baik sesuai dengan kehendak Allah, tentu saja tidak seperti
halnya bangsa israel di perbudak oleh bangsa mesir, demikian jaman/pada saat
ini kita memang merupakan umat pilihan sepertihalnya bangsa israel waktu itu
tetapi kita juga di perbudak oleh bangnyak bangsa yaitu :
Gaya hidup,matrialistis,budaya
komsumtif,
ketika kita
mengikuti gaya hidup maka kita akan
terus mengejar materi sehingga segala sesuatunya kita ukur, kita pandang dari
sudut pandang materi, sehingga di situ akan muncul sudut pandang yg
matrialistis, segala sesuatunya bisa beres dengan materi sehingga cenderung
menganggap orang lain rendah jika latar belakang sosialnya tdk sepadan atau
lebih dari dirinya, sehingga itu semua menumbuhkan budaya Komsumtif, dimana
segala sesuatunya bisa di beli sehingga
di sana akan muncul sikap yg aroga, tdk bisa mengerti/memahami org lain segala
sesuatunya bisa di beli dan tersedia,
sehingga budaya komsumtif ini, membunuh kreatifitas, kemandirian dan lain
lainnya, hal ini bisa kita lihat juga dalamkehidupan berbangsa di negara kita,
di mana masyarakatnya sudah memiliki budaya komsumtif : sehingga membuka
peluang untuk pasar dunia, di mana segala kebutuhan hidup dapat kita beli
tetapi bangsa ini menjadi tdk kreatif dan tdk menghargai produk sendiri. Sehingga
menjadi konsumen bukan produsen.
Kita semua telah
di jajah dan di perbudak oleh itu semua
sehingga kita melupakan tuhan kita meninggalkan tuhan untuk mengejar itu semua,
Gaya hidup,materi, dll. Tetapi kita boleh bersuka hati kita boleh lega karena
Allah mengasihi kita dan Allah ingin tinggal di dalam diri(hati) kita Allah
ingin dekat dengan manusia allah tdk akan membelakangi kita, tetapi Allah ingin
berbuat baik kepada kita,
Apa buktinya
jika Allah ingin melakukan semua itu Alllah ingin berbuat baik kepada
manusia...?
1.
Pengutusan Yesus kristus
Allah telah
banyak melihat kejahatan manusia, Allah telah melihat manusia banyak berpaling
dari Allah, untuk itu semua Allah
mengutus Yesus sebagai Penebus sebagai penyelamat umat manusia, Allah telah
menurunkan Anaknya yg tunggal untuk pembebasan dosa dosa kita.
2.
Pengampunan dosa
dan Perjamuan kudus
Sampai saat ini
kita masih di berikan kesempatan untuk menerima pengampunan dosa atas
pengurbanan yesus kristus yg rela mengurbankan dirinya demi kebebasan dosa dosa
kita, sehingga kita di bebaskan dari segala dosa yg telah kita lakukan.
3.
Pekerjaan Para
Rasul
Kita boleh berlega
hati karena sampai saat ini pun kita masih hidup di dalam pengajaran yesus
kristus melalui pengutusan nya kepada para rasul yg hidup sampai dengan saat
ini, sehingga kemurahan demi kemurahan banyak di tawarkan kepada kita. sehingga
kita dapat meraih firman, pengampunan dan perjamuan itu sendiri.
4.
Pencurahan
Rohkudus
Dengan masih
bekerjanya para rasul yang di utus maka kita pada saat ini dapat menerima
Pencurahan roh kudus melalui Baptisan Roh/kematrean suci. Sehingga kita dapat
di catat dalam kitab kehidupan, sehingga kita tercatat dalam Ahli waris
kerajaan Surga.
Dan mari kita klembali ke ayat yang ke 40 disana Allah berfirman “Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke
dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku”
Istilah “takut” di sini tidak
dipahami sebagai “rasa
takut, cemas”, atau Allah itu
menakutkan atau jangan kita anggap sebagai ancaman dll tetapi kita pahami
sebagai “Rasa hormat” dan penghargaan” kepada Allah karena Allah begitu baik
kepada manusia sehingga Allah pun yg sedemikian Agung, Maha dari segalanya
tetapi ingin tinggal di dalam hati dan jiwa kita, jadi mari lah kita pelihara Rasa Takut Akan
Allah dalam hati dan jiwa kita kita buka hati dan jiwa kita Agar Allah tetap
tinggal di dalam hati dan jiwa kita karena janji itu menandakan bahwa
kelangsungan yang kekal dari perjanjian yang baru itu di jamin oleh kesetianan
Allah, sehingga kita pun mendapat perkenan di hati Allah di Hadirat Allah,
sehingga kita dapat bersekutu dan manunggal dalam Kasih, dan kebaikan Allah.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Dari kiri ke kanan :Rs.Anting , Rs. Lim ,Rs.Sadrah Suropranoto,Rs.Yotam Martosudarmo,Rs.Kepas Citrowiryo, Rs.Markam Martosudarmo,Rs.Tan Bi...
-
Oleh : Sepsianto Catatan dari sebuah ibadah Dasar Firman Yakobus 1:23-24 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakuka...
-
Catatan dari sebuah Tuntunan Oktober 2025 Oleh Ps.Sepsianto Modernisme dalam era globalisasi telah banyak mempengaruhi dalam Iman d...

.jpg)



